Polda Metro Jaya Awasi Ketat Travel Gelap

Kompas.com - 05/05/2020, 14:30 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menurunkan tim khusus untuk memantau dan menindak travel gelap yang berupaya menyeludupkan warga untuk melakukan perjalanan mudik keluar wilayah Jabodetabek.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan, selain melakukan penjagaan di pos pantauan larangan mudik, tim tersebut juga akan memantau media sosial yang banyak digunakan oleh bisnis travel gelap untuk memasarkan jasanya.

"Kalau travel itu kan menggunakan media sosial untuk memasarkan, mengantar pemudik, sehingga kita ada tim khusus untuk memantau mereka semua saat melwati pos pemantau," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Polisi Amankan Belasan Mobil Travel yang Selundupkan Pemudik

Sebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari.KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Sebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari.

Yusri mengatakan, dewasa ini banyak truk-truk barang yang tertangkap basah digunakan oleh pemudik dengan harapan lolos dari pemeriksaan petugas.

Dia menegaskan, Polda Metro Jaya akan menindak tegas segala temuan serupa sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kemudian untuk memberikan efek jera, pihak kepolisian akan menilang dan menahan truk tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk truk juga sama, kita akan lakukan tindakan tegas. Truk itu ada pasal, bukan peruntukannya, truk itu mengangkut barang bukan manusia, makanya kita akan lakukan penilangan dan truknya jadi barang bukti sampai persidangan," papar Yusri.

Sedangkan pemudik dari Jakarta yang diangkut oleh travel gelap dan truk barang akan dikembalikan ke Jakarta.

Baca juga: Berlaku 6 Mei, Ini 17 Kendaraan yang Boleh Beroperasi Saat PSBB Jabar

Ilustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudikNTMC Ilustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudik

"Masyarakat yang mencoba mudik akan kita pulangkan," ujar dia.

Lebih jauh, Yusri berharap masyarakat bisa memahami kebijakan larangan mudik tahun ini dan menerapkannya.

Hal ini guna menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas supaya tidak terjangkit virus corona alias Covid-19.

"Mudik itu janganlah, kasihan keluarga kita di kampung sana. Jangan membawa bencana," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.