Jangan Salah, Lampu Hazard pada Motor Menyala Hanya Saat Berhenti

Kompas.com - 05/05/2020, 09:22 WIB
Lampu hazard roda2blog.comLampu hazard

JAKARTA, KOMPAS.com – Fitur lampu hazard yang semula hanya ada pada mobil dan motor ber cc besar, sekarang sudah ada pada motor yang tidak terlalu besar. Contohnya yang terpasang sebagai standar pada Honda PCX, Yamaha Free Go, dan Yamaha R15.

Selain itu, pemasangan lampu hazard pada motor juga bisa dilakukan sendiri dengan modifikasi bagian lampu-lampu.

Semakin banyaknya motor yang memiliki lampu hazard, masih ada pemilik yang salah kaprah ketika menggunakannya. Selagi di rumah aja, bisa pahami kapan waktu yang tepat untuk menggunakan lampu hazard ketika berkendara.

Baca juga: Pertamina Kasih Cashback, Harga BBM di Malaysia Rp 4.300 per Liter

lampu hazardhttps://i1.wp.com/zonabikers.com/wp-content/uploads/2019/04/IMG_20190408_083627_crop_800x533.jpg?w=800&ssl=1 lampu hazard

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan cara menggunakan lampu hazard pada motor sama dengan mobil. Yaitu hanya pada kondisi kendaraan sedang diam, berhenti, atau tidak pada saat berjalan.

“Penggunaan lampu hazard dilarang ketika kendaraan sedang dinamis atau bergerak. Bukan dipakai pada saat hujan, kabut, malam hari, konvoi, bahkan sebagai indikator berjalan lurus dipersimpangan, itu salah kaprah,” kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Oleh karena itu salah satu cara yang tepat untuk menggunakan hazard adalah ketika motor berhenti dan dalam keadaan darurat.

Baca juga: Diskon MPV Murah Tembus Rp 28 Juta Jelang Lebaran

“Pertama, pada saat motor berhenti di kondisi yang berbahaya dan darurat atau diam di bahu jalan yang ramai. Lampu hazard dinyalakan agar memberi sinyal pada kendaraan dibelakang kalau ada motor yang sedang berhenti,” ucap Jusri.

Cara yang kedua yaitu ketika sedang dalam lalu lintas yang konstan kecepatannya dan ramai, kemudian ada perlambatan mendadak di depan, boleh menyalakan lampu hazard, tapi tidak dalam waktu yang lama.

“Menyalakan lampu hazard boleh saat motor bergerak ketika berada di lalu lintas dengan kecepatan konstan dan kendaraan di depan kita rem mendadak sampai hampir berhenti. Lampu hazard boleh dinyalakan hanya 2-3 detik, kemudian harus dimatikan kembali,” ujar Jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X