4 Motor Trail Jadul yang Masih Banyak Diburu

Kompas.com - 27/04/2020, 17:01 WIB
Yamaha DT100 Yamaha IndonesiaYamaha DT100

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor trail banyak dipilih para pecinta sepeda motor karena performa mesin dan kemampuan jelajahnya. Motor jenis ini sudah hadir di Indonesia sejak dulu.

Masing-masing pabrikan motor Jepang, seperti Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki, sudah mendatangkan motor trail sejak era '70-an dan '80-an.

Deretan motor trail jadul ini masih banyak diburu, bahkan sebagian ada yang terbilang langka.

Baca juga: Harga Motor Trail 150 cc Maret 2020, Paling Murah Rp 30 Jutaan

Berikut 4 motor trail jadul yang pernah meluncur di Indonesia:

Yamaha DT100, motor trail jadul yang masih diburuIstimewa Yamaha DT100, motor trail jadul yang masih diburu

1.Yamaha DT100

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Motor trail yang satu ini termasuk salah satu motor yang populer di zamannya. Masuk ke Indonesia tahun 1976, DT100 banyak dipakai anak muda pada masa itu karena motor ini juga sering kali muncul di berbagai film layar lebar.

Yamaha DT100 atau biasa disebut Yamaha Enduro dibekali mesin 2-tak berkapasitas 97 cc. Tenaga yang dihasilkan mencapai 10 tk pada 7.500 rpm dan torsi 9,5 Nm pafa 7.000 rpm.

Suzuki TS100, motor trail jadul yang masih diburuIstimewa Suzuki TS100, motor trail jadul yang masih diburu

2. Suzuki TS100

Suzuki punya sejarah yang panjang untuk seri TS. Salah satunya adalahTS100. Motor lawas ini pertama kali masuk ke Indonesia pada 1973.

Tampilannya sangat khas dan secara dimensi juga terlihat cukup jangkung. TS100 juga termasuk motor traik jadul yang cukup populer.

Dengan mesin 2-tak berkapasitas 100 cc, tenaga yang dihasilkan mencapak 10,59 tk pada 7.000 rpm dan torsi 11,4 Nm pada 6.000 rpm. Kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 110 kilometer per jam.

Honda XL 125, motor trail jadul yang masih diburuIstimewa Honda XL 125, motor trail jadul yang masih diburu

3. Honda XL 125

Berbeda dengan Yamaha DT100 atau Suzuki TS100, nama Honda XL 125 cukup asing. Sebab, motor trail ini tidak dijual secara umum. XL 125 masuk ke Indonesia tahun 1977 diimpor oleh Ditjen Pertanian Tanaman Pangan Jakarta.

XL 125 termasuk langka, karena selain tak dijual secara umum, populasinya di Indonesia hanya 736 unit. Honda membekali motor ini dengan mesin 4-tak berkapasitas 124 cc. Tenaganya mencapai 11,8 tk pada 9.500 rpm dan torsi 9,5 Nm pada 8.000 rpm.

Kawasaki KE125, motor trail jadul yang masih diburuIstimewa Kawasaki KE125, motor trail jadul yang masih diburu

4. Kawasaki KE125

Kawasaki KE125 masuk ke Indonesia pada 1981. Di sini, namanya berubah menjadi Binter KE125. Motor trail ini lebih populer di dunia balap, seperti ajang grasstrack dan motocross.

KE125 dibekali mesin 2-tak berkapasitas 125 cc, berkatup rotari. Tenaganya mencapai 9,79 tk pada 6.300 rpm dan torsi 15 Nm pada 6.000 rpm. Kecepatan maksimumnya diklaim tembus 94 kilometer per jam.

Baca juga: Kenapa Motor Trail Harus Pakai Pelek Jari-jari?

Meski kecepatan maksimumnya kalah dengan kompetitornya, tapi torsinya cukup tinggi. Maka itu, motor ini banyak diandalkan untuk ajang balap garuk tanah yang memang lebih mengandalkan torsi dibandingkan kecepatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.