Imbas Corona dan Larangan Mudik, Bagaimana Klaim Asuransi Mobil?

Kompas.com - 24/04/2020, 03:42 WIB
Mobil Dinas Sekretaris Kota Jakarta Utara Kecelakaan di Tol, Sopir Luka Ringan KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIMobil Dinas Sekretaris Kota Jakarta Utara Kecelakaan di Tol, Sopir Luka Ringan

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat-saat mendekati hari raya Lebaran biasanya jadi momen sebuah bisnis mendapatkan lonjakan konsumen. Tak terkecuali perusahaan asuransi kendaraan yang biasanya mendapatkan banyak klaim.

Namun, di tengah kondisi pandemi virus corona seperti sekarang, hampir semua bisnis anjlok. Apalagi dengan munculnya larangan mudik, perusahaan asuransi pun ikut kena imbas.

“Dulu kalau mau Lebaran klaim asuransi pasti meningkat, kalau sekarang sepertinya beda,” ujar Laurentius Iwan Pranoto, SVP Communication, Event & Service Management Asuransi Astra, dalam video konferensi (23/4/2020).

Baca juga: Simak Daftar Diskon Mobil Baru, Sienta Diskon Rp 80 Juta

 

Asuransi AstraIstimewa Asuransi Astra

Menurutnya saat menjelang Lebaran, biasanya banyak konsumen yang akan memperbaiki mobil. Upaya ini dilakukan agar mobil terlihat baik dan mulus saat dibawa pulang kampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Biasanya orang mau mudik, mobilnya harus dibenerin dulu. Yang ada rusak, penyok-penyok, dibikin mulus dahulu,” ucap Iwan.

“Atau sebaliknya, saat arus balik kecelakaan. Jadi di kantor cabang pasti banyak antre orang mengklaim asuransi di saat musim Lebaran,” katanya.

Baca juga: Banting Harga, Diskon Fortuner Tembus Rp 100 Juta, Innova Rp 70 Juta

 

Layanan Garda Siaga dari Asuransi AstraAsuransi Astra Layanan Garda Siaga dari Asuransi Astra

Meski begitu, untuk saat ini kondisinya lain. Iwan mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah membuat orang jarang berpergian dengan kendaraan.

“Karena mobilitas jauh berkurang, maka tingkat risikonya berkurang. Tapi bukan berarti enggak ada,” ujar Iwan.

Seperti diketahui, aturan PSBB sering kali membuat jalan cenderung lengang. Hal ini dimanfaatkan segelintir orang untuk kebut-kebutan di jalan.

“Buktinya di jalan tol masih sering kita lihat banyak kecelakaan. Artinya risiko masih ada, meskipun kondisi sedang PSBB. Tapi apakah klaimnya meningkat, menurut kami tidak begitu signifikan,” kata Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.