Curhat Pengusaha Rental Mobil Kena Imbas Corona dan Larangan Mudik

Kompas.com - 23/04/2020, 13:02 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAKendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Pengusaha travel atau perjalanan wisata menjadi salah satu yang paling terkena dampak dari pandemi Corona, dan juga larangan mudik oleh pemerintah.

Bahkan, sejak adanya pandemi Covid-19 pengusaha rental mobil mengaku tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari usaha yang sudah menjadi mata pencaharian utamanya.

Hal ini disebabkan, karena sudah tidak ada lagi yang menggunakan jasa perjalanan selama penyebaran covid-19 semakin meluas.

Dengan kondisi tersebut, otomatis tidak ada lagi pemasukan dari sektor perjalanan wisata atau sewa mobil.

Baca juga: Mobil Pakai Kaca Film Gelap Tak Sepenuhnya Aman, Ini Penjelasannya

Salah satu pengusaha perjalanan wisata di Solo Goedang Transport, Oky Orlando mengatakan, dirinya sudah merasakan dampak dari kondisi ini sejak Februari 2020.

Salah satu rental mobil di Jepang.NIKKEI Salah satu rental mobil di Jepang.

“Biasanya dalam kondisi normal itu kami melayani hingga 200 perjalan setiap bulannya, tetapi sejak adanya pandemi hingga larangan mudik ini tidak ada lagi pemesanan,” ucap Oky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/4/2020).

Oky menambahkan, tidak hanya orderan wisata yang kosong tetapi semua pemesanan yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu juga sudah dibatalkan.

“Baik yang dari event maupun yang grup juga sudah dibatalkan, otomatis tidak ada pemasukan sama sekali atau nol rupiah,” kata Oky.

Baca juga: Di Rumah Aja, Begini Cara Mudah Merawat Kaca Film Mobil

Padahal, lanjutnya, selama ini kebutuhan sehari-hari harus selalu dicukupi. Termasuk juga untuk pembayaran angsuran belasan armada yang sampai saat ini belum lunas.

“Ada 13 armada yang masih mengangsur, padahal tidak ada pemasukan. Celengan (tabungan) sudah habis untuk menutup angsuran kebutuhan bulan Februari dan Maret,” katanya.

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X