Ini Komentar Pengusaha Penyedia Transportasi soal Larangan MudiK

Kompas.com - 23/04/2020, 09:12 WIB
Suasana sejumlah bus berbagai jurusan yang berhenti di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/4/2020). Pemerintah Indonesia resmi mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat di tengah masa Pandemi guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang akan berlaku ekfektif mulai Jumat 24 April 2020. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBISuasana sejumlah bus berbagai jurusan yang berhenti di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/4/2020). Pemerintah Indonesia resmi mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat di tengah masa Pandemi guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang akan berlaku ekfektif mulai Jumat 24 April 2020. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 atau virus Corona memberikan dampak yang cukup besar hampir di semua sektor usaha.

Salah satunya, yakni bidang transportasi yang selama ini mengandalkan sektor wisata dan perjalanan para pelanggan.

Kondisi ini juga semakin diperparah dengan adanya larangan dari pemerintah agar masyarakat tidak mudik Lebaran tahun ini.

Larangan pulang kampung ini salah satunya, untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak semakin meluas.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Minus, Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell dan Total

Pemilik usaha travel di Solo, Goedang Transport Oky Orlando mengatakan, dengan adanya pandemi hingga pelarangan mudik ini omzetnya menurun drastis.

Suasana parkir di sebuah perusahaan rental kendaraan atau sewa mobilTribunnews.com Suasana parkir di sebuah perusahaan rental kendaraan atau sewa mobil

Bahkan, Oky menyebut sejak adanya virus dari Wuhan, China tersebut tidak ada lagi pemasukan dari usaha perjalanan wisatanya.

“Penurunannya sagat drastis hingga mencapai 100 persen, tidak ada pemasukan sama sekali atau nol rupiah,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Padahal, selama ini usaha travel dan perjalanan wisata menjadi usaha pokok yang dijalankannya. Pada momen Lebaran, menjadi saat yang ditunggu untuk mendapatkan omzet lebih besar dibandingkan di hari-hari biasa.

Baca juga: Di Rumah Aja, Penting Cek Kondisi Kampas Rem Motor

Oky menambahkan, kondisi seperti ini bahkan sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu atau tepatnya dari Februari 2020.

Tidak ada pemesanan untuk tour atau wisata dari para pelanggannya yang selama ini sudah rutin mempercayakan untuk perjalanan wisatanya ke Goedang Transport.

“Dari sekian banyak armada yang saya miliki, sampai Maret ini tidak ada orderan sama sekali. Kalau saya sudah merasakan kondisi ini sejak Februari,” ucapnya.

Tidak hanya jumlah penyewa yang tidak ada, tetapi beberapa yang sudah melakukan pemesanan sejak beberapa bulan lalu harus membatalkan pesanannya.

“Banyak juga yang membatalkan orderan mereka, baik yang event maupun yang group. Sejak pandemi ini kami sangat merasakan dampaknya,” ujar Oky.

Padahal, lanjutnya, pada momen Lebaran pemesanan biasanya melonjak hingga 100 persen. Bahkan, armada yang dimilikinya pun kurang sehingga harus memesan di tempat rental lain hanya untuk melayani pelanggan yang ingin berwisata atau melakukan perjalanan.

“Kalau armada yang kami miliki 16 unit, tetapi kalau Lebaran pemesanan sampai 50 unit. Ada peningkatan 100 persen, dan saya juga harus pinjam ke rental juga,” katanya.

Baca juga: Alasan Kenapa Dilarang Pasang Kaca Film Mobil Terlalu Gelap

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengusaha travel lainnya, Candra Sugeng. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini dirinya pun harus memutar otak agar tetap bisa mencari nafkah untuk sekadar mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah tidak ada lagi pemasukkan kalau dari travel, sebenarnya ada pemesanan tapi dari luar daerah takut juga kalau sampai nanti mobilnya malah dikandangkan,” katanya.

Dengan begitu, Candra pun memilih untuk ekstra hati-hati agar tidak mengalami kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini saya jualan durian, uang sisa saya pakai untuk modal dulu,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.