PO Bus Menanti Petunjuk Teknis Mudik, Ada Opsi Pengurangan Penumpang

Kompas.com - 03/04/2020, 15:27 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAKendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

Namun demikian, Luhut mengingatkan bagi masyarakat yang nekat mudik maka akan ada konsekuensinya, mulai dari wajib isolasi diri, harga tiket transpotasi yang mahal, sampai tak mendapat kompensasi.

"Satu bus yang berpenumpang 40 mungkin hanya tinggal diisi 20 orang, sehingga tentu harganya bisa melonjak," ujar Luhut dalam konferensi video, Kamis, (2/4/2020).

Baca juga: Pemerintah Tetap Imbau Jangan Mudik Lebaran 2020

 

"Jadi yang pertama pertimbangan, orang kalau dilarang pun mau mudik saja. Jadi kami imbau kesadaran bahwa kalau Anda mudik pasti bawa penyakit. Hampir pasti bawa penyakit, dan kalau bawa penyakit, di daerah bisa meninggal, bisa keluargamu," kata dia.

Pihak Istana Kepresidenan juga sudah mengeluarkan pernyataan bila warga yang pulang kampung saat Lebaran nanti, akan langsung berstatus orang dalam pemantauan alias ODP dan wajib mengisolasi diri selama 14 hari.

Hal ini sesuai protokol kesehatan (WHO) yang diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X