Produsen Otomotif di Indonesia Mau Bikin Ventilator untuk Pasien Corona?

Kompas.com - 28/03/2020, 15:37 WIB
Proses produski pabrik Honda di Sayama Proses produski pabrik Honda di Sayama

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri otomotif dalam negeri tengah mempertimbangkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu pemerintah, dalam memerangi pandemi virus corona alias Covid-19 di Indonesia.

Salah satunya ialah dengan memproduksi alat kesehatan bantuan pernapasan atau ventilator, sebagaimana permohonan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Saat ini kami sedang mempelajari apa yang bisa kami lakukan dalam kapasitas sebagai manufaktur mobil. Tentunya, kami akan selalu berkolaborasi dengan pemerintah dalam menangani masalah wabah ini," kata Business Innovation Sales & Marekting Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/3/2020).

Baca juga: Industri Otomotif Nasional Diminta Produksi Ventilator

Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pekerja menyelesaikan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.

Adapun terkait pembuatan alat kesehatan ventilator di pabrik yang tersedia, ia menyebut bahwa kemungkinannya bisa saja. Tetapi, dibutuhkan komunkasi lebih lanjut.

"Kami sedang menunggu arahan lebih lanjut. Tentunya, seluruh program-program dari pemerintah dalam menangani masalah ini akan kita ikuti," kata Billy.

Hal serupa juga dinyatakan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) selaku perakit dan eksportir kendaraan Toyota di Tanah Air. Namun, untuk mengabulkan wacana itu dibutuhkan kerja sama antara pabrikan otomotif, industri komponen, serta pabrikan alat kesehatan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Begini Cara Sterilkan Kabin Mobil

ilustrasi ventilatorshutterstock ilustrasi ventilator

"Di luar negeri memang seperti itu kabarnya (pabrik otomotif produksi ventilator), karena keterbatasan kemampuan pabrikasi yang tiba-tiba kebutuhannya meledak. Tentunya, mereka kerja sama dengan perusahaan alat kesehatan yang ada," kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN Bob Azam.

"Kalau ditanya kemungkinannya dilakukan juga di sini, kita harus lihat kemungkinannya untuk reverse engineering. Tetapi kalau ada kerja sama (khususnya dengan alkes), bisa lebih cepat," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X