Produksi Kendaraan Bermotor Landai Imbas Wabah Virus Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 08:02 WIB
Pekerja melakukan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja melakukan perakitan mobil wuling di Pabrik Wuling Motors, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Pabrik seluas 60 hektar yang terdiri dari pabrik manufaktur dan supplier park mampu memproduksi 120.000 unit kendaraan pertahun.

Industri otomotif terbesar di Indonesia, Toyota, mengaku bahwa saat ini ada penyesuaian aktivitas produksi guna memperkecil kemungkinan penyebaran virus corona di karyawan pabrik.

Meski demikian, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyatakan keadaannya masih berjalan normal.

"Saat ini, produksi kami berjalan dengan menjaga kesehatan dan keamanan karyawan seperti menerapkan penyesuaian produksi, self declaration system, dan sebagainya," ujar dia.

"Kami telah dan akan mengambil tindakan yang diperlukan sesuai dengan arahan dan aturan dari pihak berwenang," lanjut Bob.

Baca juga: Aktivitas Bisnis Otomotif Mengalami Penyesuaian di Tengah Virus Corona

Hal serupa juga dinyatakan pihak PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek (APM) kendaraan roda empat Honda di Tanah Air. Namun prihal penyesuaian jumlah produksi masih enggan disebutkan.

"Produksi sejauh ini masih normal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Namun kami terus memonitor perkembangannya dan melakukan action sesuai dengan kondisi terkini," Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM Yusak Billy.

"Kita pasti akan sesuaikan mengikuti kondisi terkini, anjuran pemerintah itu harus dijalankan. Lagipula, jika pemerintah melakukan lock down (sehingga pabrik berhenti sementara) pasti dengan segala pertimbangan yang matang," katanya lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.