Memori 4 Motor Honda Bertatih-tatih di Pasar

Kompas.com - 21/03/2020, 13:02 WIB
Honda Kirana Foto:OLX Second Stuff Shit StoreHonda Kirana

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda merupakan penguasa pasar sepeda motor di Indonesia. Walaupun menjadi pemimpin pasar, bukan berarti semua produk yang dikeluarkan laris manis ada juga yang bertatih-tatih.

Penyebab suatu model kurang diterima oleh masyarakat pun bisa banyak faktor. Mulai dari penempatan posisi produk dengan model lain, desain, harga jual hingga teknologi atau inovasi yang disusung.

Baca juga: Honda Supra, Bebek yang Gak Ada Matinya

Honda CS-1Foto: GridOto Honda CS-1

1. Honda CS-1

Honda CS-1 merupakan singkatan dari Honda City Sport One. Motor ini masuk dalam kategori bebek sport, mengisi celah sport underbone yang berbeda dengan Supra series.

Honda CS-1 merupakan karya desainer dari Indonesia. Meluncur perdana pada 2008, desainnya bisa disebut crossover yakni campuran bebek dengan ayam jago.

Namun saat itu masyarakat Indonesia belum bisa menerima desain CS-1 dan tak sedikit yang mengangpnya cukup nyeleneh. Padahal kalau diteliti desain CS-1 bisa dibilang out of the box ketimbang motor bebek di zamannya.

Baca juga: Toyota Singgung Raize di Peluncuran Agya Facelift

Honda Revo ATFoto: Istimewa Honda Revo AT

2. Honda Revo AT

Pada 2010 Astra Honda Motor (AHM) melansir inovasi baru bebek matik atau ''betik." Secara tampilan seperti motor bebek namun memakai transmisi otomatik.

Dengan desain ala motor bebek dan transmisi otomatik, Honda awalnya yakin motor ini bisa punya pasar yang bagus karena memadukan keandalan motor bebek dan kemudahan motor matik.

Motor ini lahir karena kala itu, bebek masih mendominasi pasar sepeda motor nasional. Sedangkan, skutik mulai menunjukkan segmen baru yang menjanjikan, sehingga kedua konsep ini digabungkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X