Cara Bus Pamer Sasis Premium Lewat Stiker

Kompas.com - 20/03/2020, 08:22 WIB
bus akap Kompas.com/Fathan Radityasanibus akap

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) biasanya memasang stiker yang bertuliskan merek dan sasis yang digunakan. Stiker biasanya ditempel pada jendela bagian samping dan ukurannya cukup besar.

Kebanyakan bus AKAP yang memasang stiker, biasanya menggunakan sasis premium seperti Mercedes Benz, Scania, Volvo, bahkan MAN yang cukup jarang peredarannya. Lalu apa tujuan dari pemasangan stiker tersebut?

Werry Yulianto, Export Manager dari Karoseri Laksana, mengatakan, pemasangan stiker di jendela bus merupakan permintaan dari pelanggannya.

Baca juga: Stiker di Kaca Bus AKAP Bukan Sembarangan, Itu Ada Artinya

bus akap 3 as rodaKompas.com/Fathan Radityasani bus akap 3 as roda

“Biasanya yang pakai sasis premium (yang pasang stiker). Kalau pakai sasis premium kan anggapan penumpang lebih prestise dan nyaman dibanding yang biasa,” kata Werry kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

Selain sasis premium, ada juga seperti Hino RN 285 yang memasang stiker pada bodi busnya. Dipasang atau tidaknya stiker sasis ini sebenarnya tidak terlalu memengaruhi penumpang yang ingin naik bus.

“Bus yang menggunakan sasis biasa atau tidak memasang stiker juga tetap laku, ada segmennya juga,” kata Werry.

Baca juga: Agya Ayla Facelift 2020 Meluncur, Adu Harga Mobil Murah Rp 100 Jutaan

Senada dengan pendapat Werry, Anthony Steven Hambali, Owner PO Sumber Alam, mengatakan, pemasangan stiker sasis premium hanya untuk pamer saja, tidak pengaruh ke minat penumpangnya.

“Kalau ke konsumen pengaruhnya biasa saja, yang paham tipe-tipe sasis kan biasanya orang-orang yang senang dengan bus, termasuk komunitas Bismania,” ujar Anthony kepada Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X