Mengapa Tempat Tidur untuk Sopir Bus Ada di Belakang?

Kompas.com - 16/03/2020, 08:22 WIB
Tempat tidur sopir bus Kompas.com/Fathan RadityasaniTempat tidur sopir bus

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika bepergian menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), biasanya ada dua sopir yang bertanggung jawab pada satu bus.

Mengingat waktu maksimal sopir mengemudi yaitu delapan jam perjalanan, harus ada pengemudi yang siap menggantikan.

Penggantian sopir ini dilakukan agar waktu perjalanan tetap terjaga. Jika sopir pertama kelelahan, langsung bisa digantikan dengan pengemudi kedua yang sudah stand-by.

Baca juga: Benarkah Mitos Sopir Bus AKAP Kedua Lebih Jago Dari yang Pertama?

Untuk menunggu giliran, biasanya, sopir kedua beristirahat atau tidur di tempat khusus pada badan bus.

Nah, uniknya adalah tempat istirahat para sopir bus ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana, pembuat bus, mengatakan, biasanya tempat tidur untuk sopir berada pada bagian paling belakang dari kursi penumpang.

Baca juga: Bertemu Motor Milik Polisi Paling Jujur di Indonesia

Bus Mercedes Benz OC 500 RF 2542 yang menjadi kendaraan untuk roadtrip Ungaran-Jakarta melalui tol trans Jawa Bus Mercedes Benz OC 500 RF 2542 yang menjadi kendaraan untuk roadtrip Ungaran-Jakarta melalui tol trans Jawa

"Di belakang kursi penumpang merupakan tempat yang paling memadai untuk dijadikan tempat tidur untuk sopir," kata Werry kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2020).

Tempat tidur sopir terletak di bagian paling belakang bus, di bawah kaca belakang dan di atas mesin. Memiliki ruang yang cukup untuk rebahan dengan alas kasur.

Bagian ini disebut cukup luas dan bila diberi alas, bisa menjadi tempat istrahat yang layak buat pengemudi.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Karyawan Pabrik Toyota Indonesia Mulai Diliburkan

Posisi tempat tidur tersebut biasanya ada pada tipe bus biasa. Jika memiliki bus memiliki dek yang tinggi, lokasi tempat tidur bisa dipilih sesuai permintaan dari pemesan.

"Untuk sasis tertentu, bisa di posisi lain, seperti di belakang jok sopir ada ruangan khusus, tapi itu permintaan khusus. Tipe bodi yang bisa seperti Xtra High Deck (XHD) dari Laksana dengan tinggi bus mencapai 3,9 meter," ucap Werry.\

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).

Tempat tidur pengemudi bus ini dibuat sedemikan rupa agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang.

Baca juga: Arti dari Nama Jetbus pada Bus Adi Putro, Bukan Pakai Mesin Jet

Selain itu, ruang tersebut juga harus bisa buat sopir istirahat dengan sempurna, karena kondisi fisik pengemudi berpengaruh pada keselamatan penumpang.

Pada era saat ini, jalur di pulau Jawa hampir seluruhnya sudah tersambung dengan tol. Ini membuat perjalanan darat semakin cepat, dan menguntungkan buat bus-bus AKAP.

Misalnya, jarak Jakarta-Solo yang dulu ditempuh sekitar 12 jam, sekarang bisa dipangkas menjadi 7 jam saja.

Namun demikian, setiap bus harus tetap memiliki dua pengemudi sebagai standar operasional. Pada dasarnya, pengemudi harus beristirahat setiap empat jam sekali, dan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh sudah lelah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.