Mengerem Skuter Matik Punya Teknik Khusus Empat Jari

Kompas.com - 14/03/2020, 09:22 WIB
mengerem empat jari Kompas.com/Fathan Radityasanimengerem empat jari

JAKARTA, KOMPAS.comSkuter matik ( skutik) merupakan motor dengan populasi terbesar di Indonesia, saat ini. Motor matik ini semakin populer, karena praktis, tidak perlu mengganti gigi, tinggal gas dan rem.

Namun, dengan kepraktisan tersebut, jangan asal mengerem, karena ada teknik khusus.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, menarik tuas rem skutik disarankan untuk menggunakan empat jari.

“Menarik tuas rem depan dengan empat jari membuat telapak tangan ke depan, dan otomatis menutup gas dengan sempurna, sehingga putaran mesin berkurang. Sedangkan untuk tangan kiri, memperkuat pengereman dan menjaga kestabilan,” ucap Agus kepada Kompas.com, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Resmi, Formula 1 GP Australia Dibatalkan

rem dengan empat jariKompas.com/Fathan Radityasani rem dengan empat jari

Mengerem menggunakan empat jari juga disarankan untuk jenis motor lain. Ketika menggunakan motor bebek atau sport, menutup gas bisa membantu pengereman dengan memanfaatkan engine brake.

“Ketika mengerem, usahakan pakai kedua rem secara bersamaan. Rem depan bisa ditarik lebih kuat jika jalan dalam kondisi yang baik. Sebaliknya, jika jalanan licin, kurangi kekuatan rem depan, agar ban tidak selip,” kata Agus.

Baca juga: Honda Vario Tampil Lebih Galak dengan Jubah Karbon

Selain itu, jari disarankan untuk tidak diletakkan pada tuas rem, terutama tangan kanan. Namun untuk jari kiri masih diperbolehkan karena ketika rem belakang ditarik mendadak, tidak terlalu berbahaya.

“Berbeda dengan rem depan, jika ditarik mendadak, ban bisa kehilangan cengkraman dan terjatuh. Jadi bisa menjadi antisipasi agar pengendara tidak mengalami kecelakaan,” ujar Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X