Mengenal Istilah Restorasi, Low Kilometer dan NOS pada Motor

Kompas.com - 12/03/2020, 09:32 WIB
Salah satu Yamaha 125Z lansiran 2001 yang dijual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu Yamaha 125Z lansiran 2001 yang dijual di stan Greenseta, saat penyelenggaraan Pasar Jongkok Otomotif 2018 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Para pehobi sepeda motor lawas tentunya sangat teliti saat hendak meminang koleksi barunya. Seperti halnya pencinta motor mesin dua tak, yang sekarang ini kembali ramai.

Pembeli tidak hanya melihat kondisi bodinya saja, tetapi setiap suku cadang atau aksesorinya juga ikut menjadi perhatian.

Tetapi, juga harus memperhatikan kilometer, keaslian kondisinya dan juga restorasi yang dilakukan oleh sang penjual.

Kondisi setiap motor sangat menentukan harga yang ditawarkan. Jika masih bagus dan asli tanpa ada yang diganti, maka banderolnya juga menjadi sangat tinggi.

Dalam hal jual beli motor lawas ini dikenal dengan beberapa istilah seperti restorasi, low kilometer, dan juga NOS (New Old Stock) atau baru tapi stok lama.

Salah satu pehobi motor dua tak, Henry mengatakan, ada beberapa perbedaan dari tiga istilah tersebut.

Baca juga: Alasan Scorpio 2002 Banyak Diburu dan Harganya Paling Mahal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti restorasi adalah melakukan perbaikan total menjadi bentuk aslinya seperti saat motor keluar dari diler.

Yamaha 125z milik Henry yang ditawarkan dengan harga Rp 150 jutaistimewa Yamaha 125z milik Henry yang ditawarkan dengan harga Rp 150 juta

“Jadi semuanya diganti, mulai dari bodi, striping, lampu-lampu, sepedometer, sampai bagian mesin-mesinnya diganti baru dan asli semuanya,” kata Henry kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).

Untuk biaya restorasi sendiri, lanjutnya, bisa habis banyak bahkan hingga puluhan juta rupiah. Biaya ini tergantung dari kelangkaan komponen yang dicari.

“Karena semuanya dicarikan yang asli maka habisnya biaya restorasi ini juga bisa sampai puluhan juta rupiah,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.