Tes Psikologi Hanya untuk Pemohon SIM A dan C

Kompas.com - 10/03/2020, 09:32 WIB
biaya tes psikologi sebesar Rp 50.000 dinilai terlalu besar untuk pembuatan SIM. Ari Purnomobiaya tes psikologi sebesar Rp 50.000 dinilai terlalu besar untuk pembuatan SIM.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Tes kesehatan rohani bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mulai diterapkan di seluruh wilayah Jawa Tengah (Jateng), Senin (9/3/2020) hanya untuk SIM A dan C saja.

Sedangkan untuk pemohon jenis SIM yang lainnya sudah ada prosesnya sendiri dan tidak dilakukan di tempat yang sama dengan pemohon SIM A dan C.

Salah seorang petugas tes psikologi dari Edisantoso Konsultan Psikologi, Bela Destiana Wardani (26) mengatakan, pihaknya hanya menguji tes kesehatan rohani untuk SIM A dan C saja.

“Kalau di sini hanya khusus pemohon SIM C dan A saja, kalau yang lain prosesnya tidak di sini sudah beda lagi,” katanya kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi tes psikologi.

Baca juga: Hari Pertama Tes Psikologi, Antrean Pemohon SIM di Solo Membludak

Bela menambahkan, bagi para pemohon yang ingin mendapatkan SIM baik yang akan melakukan perpanjangan maupun membuat baru diberikan waktu lebih kurang 20 menit untuk melaksanakan tes.

pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).Ari Purnomo pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada 30 pernyataan yang harus dijawab oleh pemohon, sebenarnya ada waktunya sekitar 20 menit tapi kami menunggu sampai pemohon selesai mengerjakannya,” ucapnya.

Meski begitu, lanjut Bela, selama pelaksanaan tes berlangsung rata-rata para peserta lebih cepat dalam menyelesaikan tes psikologinya.

Waktu yang dibutuhkan oleh pemohon dalam melaksanakan tes kejiwaan adalah 10 sampai dengan 15 menit saja.

Seluruh pernyataan yang ada pada lembar tes psikologi akan menjadi indikator lulus atau tidak pemohon tersebut.

“Kalau yang tidak lulus berarti ada yang tidak sesuai dengan indikatornya, tadi ada beberapa yang harus mengulang,” katanya.

Baca juga: Ada Tes Psikologi, Ini Keluhan dari Pemohon SIM

Bagi pemohon SIM yang belum bisa lulus tes, Bela menyampaikan, bahwa masih ada kesempatan lebih kurang 15 kali lagi untuk mencobanya.

Hal ini sesuai dengan keterangan yang ada pada blangko yang sudah didapatkan oleh pemohon.

Cara dan prosedur membuat SIM lama dan Smart SIM  polri.go.id Cara dan prosedur membuat SIM lama dan Smart SIM

“Setelah membayar kan ada blangko dan itu berlaku selama satu bulan, untuk pemohon yang belum lulus bisa hadir lagi dua hari kemudian. Jadi kira-kira masih bisa 15 kali,” ujar Bela.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni mengatakan, bahwa adanya tes kesehatan rohani ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pengendara kendaraan.

Baca juga: Pemohon SIM Keluhkan Biaya Tes Psikologi Terlalu Mahal

“Untuk mendapatkan SIM ini kan harus dipastikan dulu kesehatan jasmani dan rohaninya. Kalau kesehatan jasmani sudah dengan adanya KIR dokter, nah untuk kesehatan rohani dengan tes psikologi ini,” katanya.

Diharapkan dengan adanya tes kesehatan rohani ini akan mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.