Dilema Virus Corona di GIICOMVEC 2020

Kompas.com - 06/03/2020, 07:02 WIB
Pengunjung GIICOMVEC KOMPAS.com/Aprida Mega NandaPengunjung GIICOMVEC

JAKARTA, KOMPAS.com -  Pameran otomotif kendaraan niaga pertama di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 tetap berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Kamis (5/3/2020).

Acara ini berlangsung meski ada instruksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PMPTSP), untuk menghentikan sementara penyelenggaraan kegiatan atau acara (event) yang menimbulkan pengumpulan banyak orang.  

Menteri Prindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang membuka acara pameran ini mengatakan, ada dilema antara tuntutan bisnis dan kondisi wabah virus corona alias COVID-19 yang tengah melanda Indonesia.

Baca juga: Memotong Lajur Rombongan Touring, Bagaimana Hukumnya?

Agus meminta jangan karena ada ancaman penyebaran virus kemudian mendikotomikan antara covid-19 dan mengecilkan pameran yang merupakan upaya para pelaku membangun industri.

"Bentuknya sangat baik, Pak Yohanes (Yohannes Nangoi, Ketua umum Gaikindo) di tengah-tengah apa namanya (wabah virus corona) ini menunjukkan signal-signal bahwa upaya kita untuk mengembangkan ekonomi tidak boleh tersandera dengan adanya covid-19," ucap Menperin dalam peresmian pameran ini.

 

Demi menjaga kesehatan pameran, pihak penyelenggara pameran melakukan pemeriksaan wajib kepada seluruh pengunjung yang datang. Petugas melakukan pemeriksaan suhu badan dengan menggunakan termometer infrared yang diarahkan ke bagian kepala pengunjung.

Setelah dinyatakan aman, pengunjung diberi stiker oranye sebagai penanda sudah diperiksa. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat celsius, maka diarahkan ke medical room untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: GIICOMVEC Abaikan Instruksi Pemprov DKI Jakarta, Terkait Corona

Salah satu SPG GIICOMVECKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Salah satu SPG GIICOMVEC

Meski dilakukan pemeriksaan kesehatan, bukan berarti menghilangkan rasa khawatir para pengunjung atas berbahayanya virus corona yang telah menyebabkan 3.000 lebih nyawa manusia melayang di dunia. 

Dyah, salah satu pengunjung yang menghadiri GIICOMVEC, mengaku sangat khawatir dengan ancaman virus corona. 

“Dibilang takut dan khawatir pasti, apalagi di tempat yang banyak orang seperti ini. Tapi karena tuntutan pekerjaan mau tidak mau saya harus hadir,” ujar Dyah kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X