Penjelasan Resmi soal Pembatalan MotoGP Qatar

Kompas.com - 03/03/2020, 12:02 WIB
Pebalap Yamaha MotoGP, Valentino Rossi, memacu motornya pada MotoGP Qatar 2019 di Sirkuit Losail, 10 Maret 2019. AFP/KARIM JAAFARPebalap Yamaha MotoGP, Valentino Rossi, memacu motornya pada MotoGP Qatar 2019 di Sirkuit Losail, 10 Maret 2019.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seri perdana MotoGP 2020 yang akan berlangsung di Losail, Qatar, pada akhir pekan ini, resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil menyusul dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pemerintah Qatar mulai memberlakukan pengetatan bagi wisatawan mancanegara, terutama pendatang dari Italia. Semua orang yang datang dari Italia atau telah berada di sana selama dua pekan terakhir, akan masuk karantina selama 14 hari.

Menyusul dari pengumuman sebelumnya, CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta, akhirnya ikut memberikan pernyataan resmi mengenai pembatalan MotoGP Qatar dan penundaan seri kedua di Thailand pada 22 Maret mendatang.

Baca juga: Cari Mobil Diesel di Bawah Rp 100 Juta, Bisa Dapat Ford Everest

"Selama akhir pekan lalu, situasinya banyak berubah, kemudian kami menerima indikasi dari pihak berwenang karena situasi Italia dan suluruh dunia semua orang berkebangsaan Italia atau penduduk Italia yang tiba di Qatar perlu memastikan mereka belum di Italia selama 14 hari terakhir," kata Ezpeleta yang disitat dari Crash.net, Selasa (3/3/2020).

Daftar pebalap MotoGP 2020Twitter @MotoGP Daftar pebalap MotoGP 2020

Meski ada kejadian tersebut, Ezpeleta menegaskan bila hal ini tak berarti orang Italia dilarang masuk Qatar. Dia menegaskan siapa pun yang telah berada di Italia selama 14 hari terakhir disarankan untuk dikarantina lebih dulu di Qatar.

Adanya kebijakan itu yang membuat akhirnya seri perdana MotoGP Qatar dibatalkan. Tapi untuk Moto2 dan Moto3 yang telah mulai melakukan pengujian, dimungkinkan untuk tetap melanjutkan kompetisi.

Baca juga: Pebalap MotoGP Kecewa Seri Pertama Qatar 2020 Batal

Sementara untuk gelaran di Thailand sendiri, Ezpeleta menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi sepanjang akhir pekan lalu.

Namun dipastikan untuk Thailand tidak terkait dengan masalah orang Italia atau siapapun dari negera lain yang pergi ke sana.

Pebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)LILLIAN SUWANRUMPHA Pebalap MotoGP saat bersaing di sirkuit Buriram, Thailand. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

"Ini tidak terkait dengan orang Italia atau siapa pun dari negara lain yang pergi ke Thailand, itu karena mereka telah memutuskan untuk membatalkan acara besar dengan jumlah penonton yang besar. Ini beda situasi dengan Qatar, jadi kami memutuskan untuk menunda Grand Prix Thailand dan mencoba mencari tanggal di akhir tahun untuk memungkinkan GP," ujar Ezpeleta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#ThaiGP: POSTPONED ???? Check out our story for more info! #MotoGP

A post shared by MotoGP (@motogp) on Mar 2, 2020 at 2:30am PST

"Benar-benar akan ada musim MotoGP 2020. Kami akan mencoba untuk melanjutkan dengan segala sesuatu dan tetap sadar akan situasi karena itu berubah hari demi hari, tetapi keinginan kami adalah untuk melakukan semua balapan di musim 2020," kata dia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X