Kompas.com - 24/02/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi berkendara di musim hujan illawarramercury.com.auIlustrasi berkendara di musim hujan

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa titik di Jakarta kembali digenangi banjir, Minggu (23/2/2020). Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan terpaksa menerjang banjir, walaupun berisiko merusak komponen mobil.

Salah satu komponen yang rentan mengalami kerusakan adalah transmisi matik. Gejalanya dapat dirasakan usai melewati genangan air, apabila laju mobil terasa agak tertahan saat melaju, bisa jadi ada air yang masuk ke dalam bagian transmisi.

“Mobil terasa ngeden, putaran mesin sudah tinggi, tapi lajunya segitu-segitu saja, bisa jadi oli transmisi sudah tercampur air,” ucap Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, kepada Kompas.com, Minggu (23/2/2020).

Baca juga: Bahas Kelebihan Spion Pintar di SUV Murah Suzuki XL7

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

Deni mengatakan, girboks transmisi matik memanfaatkan kampas kopling untuk menggerakkan planetary gear saat berpindah gigi.

Saat kampas kopling tercampur air, gesekan antara komponennya menjadi selip, bahkan tidak menggigit.

“Material kampas kopling itu jadi lembek ketika basah terkena air, makanya cengkeraman kampas jadi lemah,” katanya.

Baca juga: Apa Benar Panther Sudah Stop Produksi? Ini Jawaban Isuzu

Suasana ketika sebuah mobil menerobos banjir yang terjadi di sekitar kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2014). Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan ibukota yang terjadi sejak Minggu malam (11/1/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Suasana ketika sebuah mobil menerobos banjir yang terjadi di sekitar kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2014). Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan ibukota yang terjadi sejak Minggu malam (11/1/2014).

Ia menjelaskan, ketika mesin menyala dan tuas transmisi berada di posisi D, kopling akan berputar mengikuti irama putaran mesin, dan akan meneruskan gerakannya pada planetary gear.

Namun, lemahnya cengkeraman kopling membuat komponen tersebut tak mampu menggerakkan planetary gear sehingga membuat laju mobil tertahan.

“Tentu harus dicek lebih detail, tapi biasanya harus ganti oli matik, dikuras lebih baik. Sekalian juga mengecek seal transmisi, mungkin sudah waktunya untuk diganti,” ujar Deni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.