Asal-asalan Pakai Lampu Dim Bisa Bikin Celaka Orang Lain

Kompas.com - 20/02/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi lampu kedipan atau dim. MotorMobile.netIlustrasi lampu kedipan atau dim.

JAKARTA, KOMPAS.com - High beam atau dikenal dengan nama lampu jauh (dim). merupakan lampu yang membantu pandangan untuk mengemudi pada malam hari. Meski begitu, komponen ini tidak boleh digunakan sesuka hati.

Jusri Pulubuhu selaku Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, lampu dim sebaiknya hanya dinyalakan pada jalanan yang sepi dan tidak ada penerangan.

Perlu diketahui, lampu dim tidak boleh digunakan saat ada kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.

Baca juga: Investasi Motor Tua Bagi Pemula, Beli Jadi Saja Ketimbang Rakit Sendiri

Lampu dim atau high beam hanya digunakan ketika visibilitas di depan kabur, dan lakukan hanya sekejap bukan secara terus menerus. Ketika ada kendaraan lain high beam harus diturunkan ke low beam,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini di Jakarta.

Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian pengguna jalan lainnya agar mengetahui keberadaan kita.

“Seperti saat memasuki tikungan ada blind spot, high beam digunakan agar pengendara bisa berkomunikasi dengan pengemudi lainnya, sehingga pengemudi lain bisa dari jauh mendeteksi keberadaan kita,” ujar Jusri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pelanggar aturan soal lampu utama mobil dihukum untuk menatap lampu depan mobil polisi yang dinyalakan selama satu menit.Weibo/Independent Seorang pelanggar aturan soal lampu utama mobil dihukum untuk menatap lampu depan mobil polisi yang dinyalakan selama satu menit.

Baca juga: Sering Emosi dan Agresif di Jalan, Bisa Memicu Serangan Jantung

Kebanyakan masyarakat Indonesia juga salah paham akan kegunaan high beam. Banyak yang menggunakan lampu ini sebagai alat untuk komunikasi terhadap pengemudi lain, ketika akan menyalip kendaraan, padahal hal tersebut tidak tepat untuk dilakukan.

“Ketika ingin menyalip kendaraan, cukup dengan menyalakan lampu sein. Kecuali pergerakan kendaraan di depan saat menyalip berbahaya, misalnya kendaraan tersebut tiba-tiba menutup lajur kita, baru boleh dinyalakan” ujar Jusri.

Jusri berpesan usahakan untuk selalu menggunakan lampu jarak dekat, karena sinar terang pada lampu jauh akan menyebabkan pengendara lain terganggu.

Ini bisa membahayakan pengemudi lainnya, oleh karena itu gunakan high beam hanya dalam keadaan tertentu atau terpaksa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.