Kompas.com - 17/02/2020, 07:32 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan platform sama dengan Ertiga, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi menghadirkan XL7 di Indonesia. Mobil ini pun didapuk bermain di segmen SUV murah alias low sport utility vehicle (LSUV).

Walau diklaim ada ratusan komponen yang berbeda, tapi dari mata memandang, memang masih kental aura Ertiga pada model terbaru Suzuki ini. Apalagi, bicara mesin dan interior, bak pinang dibelah dua.

Paling menarik dari segi harga yang ditawarkan, terutama pada kedua varian tertinggi antara Ertiga dan XL7.

Ertiga Sport AT dipasarkan Rp 260,5 juta, sedangkan XL7 Alpha AT Rp 267 juta, selisihnya hanya Rp 6,5 juta.

Baca juga: Bedah Perbedaan Tiap Varian Suzuki XL7

Lantas apa dengan selisih harga yang tipis tersebut Suzuki tidak khawatir konsumen Ertiga bakal lari memilih XL7, apalagi sama-sama mengusung konsep tujuh penumpang dan punya fitur yang lebih modern.

Suzuki XL7Stanly-Kompas.com Suzuki XL7

Menjawab hal ini, 4W Marketing Director PT SIS Donny Saputra, mengatakan, pada dasarnya pergeseran bisa saja terjadi, tapi secara karakteristik konsumen Ertiga dan XL7 akan sangat berbeda.

"Seperti yang dibilang, konsumen Ertiga karakteristiknya fungsional dan rasional dan pembeli pertama. Kalau XL7 di segmen SUV, pada umumnya konsumen lebih ke emosional dan fungsional, ada faktor emosi dan biasanya konsumen yang sudah punya mobil atau SUV sebelumnya," ujar Donny di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

"Mungkin ada konsumen (Ertiga) yang berpaling ke XL7, tapi tidak akan banyaklah, karena tuntutan produknya juga berbeda. Tergantung minat konsumennya seperti apa," kata dia.

Baca juga: Ini Perbedaan Teknis SUV Murah Suzuki XL7 dengan Ertiga

Sementara ketika ditanya soal varian mana yang paling laris, 4W Sales Director Suzuki PT SIS Makmur, mengatakan, berdasarkan data dan pengalaman, varian atas akan menjadi model yang paling diincar konsumen.

Suzuki Ertiga Sport di GIIAS 2019 Suzuki Ertiga Sport di GIIAS 2019

Makmur mengklaim, biasanya konsumen yang melirik segmen SUV bukan lagi konsumen biasanya, artinya dari segi ekonomi menengah ke atas. Karena itu, ada unsur emosional seperti gengsi untuk langsung mengincar model tertinggi.

"Prediksi kami Alpha, setelah itu yang menengah (Beta). Karena bisanya varian tengah jadi opsional konsumen saat menyesuaikan budget. Dari sisi produksi, untuk empat sampai enam bulan awal ini memang kita kencangkan yang Beta dan Alpha, komposisinya sekitar 40:40:20," ujar Makmur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.