Inden Panjang, Baru 400 Unit Jimny Dikirim ke Konsumen

Kompas.com - 09/02/2020, 07:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean pemesanan Suzuki Jimny di Indonesia, sudah mencapai puluhan tahun. Namun demikian, hingga saat ini PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) belum mendapat kepastian soal izin untuk memproduksinya di Indonesia.

"Kalau ditanya mau, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya kita mau sekali, tapi sampai saat ini memang belum ada keputusan secara detail dari sana (prinsipal)," ucap Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, kepada media beberapa hari lalu di Jakarta.

Donny mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menutup sementara keran pemesanannya.

Namun hal itu pun tak sepenuhnya bisa dilakukan lantaran ada diler yang akhirnya terpaksa menerima pesanan karena konsumen yang memaksa.

Baca juga: Suzuki Pastikan XL7 Diproduksi di Indonesia

Suzuki Jimny melantai di GIIAS 2019Ruly Kurniawan/Kompas.com Suzuki Jimny melantai di GIIAS 2019

Lantas sudah berapa unit Jimny generasi keempat yang saat ini terkirim sampai di garasi konsumen. Menjawab hal ini, Donny menjelaskan unitnya tinggal dikalikan saja sejak pertama diluncurkan pada GIIAS 2019 lalu.

"Kita luncurkan dari Agustus (2019), kalau sampai Januari 2020 berarti enam bulan, satu bulannya 50 unit jadi kurang lebih 400-an unit lah sudah dikirim," ujar Donny.

Seperti diketahui, dalam satu bulan Suzuki di Indonesia hanya mendapat kuota sebanyak 50 unit Jimnya yang dikirim langsung dari Jepang.

Semua unit tersebut langsung dibagi rata ke-53 mitra dilernya di Indonesia. Dari jumla itu, ada tiga diler yang tidak kebagian tiap bulannya.

Baca juga: Ketangguhan dan Desain Minimalis ala Suzuki Jimny

Jelang akhir tahun lalu, Donny menjelaskan bila ada beberapa diler di kota-kota besar yang menerima pemesanan hingga 150 unit.

Artinya, bila satu bulan diler itu hanya mendapat satu Jimny, berarti masa tunggu atau inden dari konsumen bisa di atas 10 tahun lebih.

Test Drive Suzuki Jimny Test Drive Suzuki Jimny

"Kami masih dengan keputusan di Oktober 2019 lalu, kami sudah minta diler kami tutup keran pemesanannya, tolong jangan terima inden untuk Jimny dulu," ujar Donny.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.