Efek Buruk Beli Mobil Bekas Banjir, Bisa Rugi Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 07/02/2020, 06:52 WIB
Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014) Kompas-Agus SusantoLuapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Membeli kendaraan bekas kena banjir dipercaya bisa menguntungkan pembeli, karena mobil ditawarkan dengan harga yang lebih murah dari seharusnya. Namun, di balik itu semua menyimpan risiko tinggi dan bisa merugikan konsumen.

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, mengatakan kerusakan yang dialami mobil bekas banjir cenderung tidak terlihat. Hal ini yang membuat mobil bekas banjir dianggap tidak bisa kembali normal 100 persen.

“Mobil yang sudah pernah terendam banjir, pasti tidak bisa kembali seperti sedia kala. Ada saja nanti yang tidak normal fungsinya, itu kelihatan ketika sudah tiga bulan pemakaian dan seterusnya,” ujarnya kepada Kompas.com Kamis (6/2/2020).

Baca juga: Respons Honda Soal Fitur Yamaha NMAX Bisa Koneksi ke Ponsel

Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjirKompas.com/Dio Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjir

Masalah yang timbul akibat mobil kena bajir beragam. Mulai dari mogok, kelistrikan bermasalah, aki tekor, dan lain sebagainya.

Sebab mobil bekas banjir, tak hanya mengalami kerusakan pada interior atau eksterior saja. Tapi bagian mesin dan elektrikal mobil akan turut bermasalah.

“Sehingga dalam perbaikan kembali (setelah dibeli), akan lebih sering masuk bengkel mobil yang bekas banjir,” kata Herjanto.

Baca juga: Ini Tarif Resmi Pakai Pelat Nomor Cantik, Mulai Rp 5 Juta

Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.Ari Purnomo Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.

Ia mengingatkan, untuk tidak tegiur mobil bekas banjir yang ditawarkan di bawah harga pasaran. Sebab potensi kerusakan di masa depan, bisa membuat konsumen rugi hingga puluhan juta rupiah untuk perbaikan yang tak kunjung selesai.

“Untuk mobil-mobil modern yang sudah menganut sistem komputer itu kan biaya perbaikannya cukup mahal, belum lagi kalau ECU rusak itu kan puluhan juta sendiri,” ucapnya.

Meski begitu, tetap saja ada pedagang mobil bekas atau konsumen yang ingin atau mencari mobil bekas terendam banjir. Pada intinya, siap menanggung risiko di masa mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X