Etika Mengemudi Mobil di Bundaran

Kompas.com - 06/02/2020, 09:42 WIB
bundaran Kompas.com/Fathan Radityasanibundaran

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan kendaraan, terutama di jalan utama sering menemui bundaran, atau simpang memutar. Ternyata tidak boleh asal ketika ingin melewati bundaran, ada etikanya.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan ketika menghadapi simpang memutar, prioritaskan kendaraan yang ada lebih dulu sudah ada di bundaran, tunggu sampai lewat baru boleh masuk ke dalam.

“Harus menaruh prioritas pada kendaraan yang lebih dulu ada di bundaran, ketika sudah lewat, baru boleh masuk ke bundaran,” ucap Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Sering Disepelekan, Putar Balik Kendaraan di Jalan Ada Etikanya

ilustrasi bundaranKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi bundaran

Jika bundaran memiliki dua lajur dan ingin lurus atau keluar di exit kedua, jangan mengemudikan ke lajur dalam, tapi tetap di lajur luar. Menyalakan lampu sein kiri bisa dilakukan setelah melewati exit pertama menuju exit kedua, jangan sebelum exit pertama.

“Kalau menyalakan lampu sein sebelum exit pertama, nanti pengemudi di belakang bisa salah mengartikan mobil mau langsung belok ke kiri,” kata Jusri.

Untuk mobil yang ingin keluar dan berada di jalur paling dalam, perpindahan lajur harus dilakukan secara bertahap, tidak memotong lajur.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X