Tak Berpihak pada PHEV, Mitsubishi Susun Langkah Strategis ke Pemprov DKI

Kompas.com - 06/02/2020, 08:30 WIB
Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019. Gilang Satria/Kompas.comMitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

DENPASAR, KOMPAS.com - Keberadaan mobil listrik kembali mendapatkan perlakuan istimewa khusus di Jakarta, setelah sebelumnya dibebaskan peraturan gubernur perihal ganjil genap.

Pemprov DKI telah megeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020 yang berlaku mulai 15 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024. Pasal 2 dalam aturan itu menetapkan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai diberikan insentif tidak dikenakan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

Baca juga: Bebas Pajak di Jakarta, Ini Daftar Harga Kendaraan Listrik

Sayangnya, perlakuan istimewa untuk mobil listrik murni (BEV) tersebut kembali belum bisa dinikmati oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang sebenarnya sudah memiliki produk andalan, Outlander PHEV.

Mitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020)Kompas.com - AFH Mitsubishi Outlander PHEV saat dicoba di Bali (4-6 Februari 2020)

"Ya tentunya kita sebagai perusahaan harus mengikuti dan mematuhi peraturannya. Namun kita akan coba approach lagi dengan lebih memperkenalkan produk PHEV dan keunggulan teknologinya kepada pemerintah. Kita akan akan berupaya untuk diskusi lebih lanjut," ujar Intan Vidiasari Deputy Group Head of Planning & Communications Group MMKSI kepada Kompas.com di acara media test drive di Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020).

Diharapkan, lanjut Intan, mereka lebih mengenal PHEV dan pada akhirnya bisa mempertimbangkan kembali. Terpenting adalah memastikan bahwa objektivitas mengenai mobil listrik sudah sama, yaitu sebagai langkah mobilisasi yang lebih ramah lingkungan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.KOMPAS.com/Agung Kurniawan Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.
Cara kerja

Jika dilihat dari cara kerja BEV murni dengan PHEV sebenarnya mirip. Bedanya hanya terletak pada keberadaan mesin konvensional yang dimiliki PHEV.

BEV tidak menggunakan mesin dan benar-benar bertumpu pada baterai untuk mengaktifkan motor sebagai penggerak. Jika energi pada baterai habis, BEV tidak bisa dipakai dan harus diisi ulang pada charging station.

Sedangkan PHEV memilik cara kerja yang sama dengan BEV. Bahkan PHEV bisa di geber hingga 130 kpj hanya dengan mengandalkan sumber energi baterai. Jarak tempuh dalam kondisi baterai penuh dapat mencapai 55km (berdasar informasi di panel meter).

Jeroan Mitsubishi Outlander PHEV di GIIAS 2019.KOMPAS.com/Agung Kurniawan Jeroan Mitsubishi Outlander PHEV di GIIAS 2019.
Sementara mesin yang berada di balik kap mesin PHEV, berfungsi sebagai generator yang mampu menyuplai sumber energi untuk mengisi ulang baterai sebelum mendapatkan pengisian daya melalui home charging maupun quick charging. Untuk itulah jarak tempuhnya pun semakin panjang hingga 600 km dalam penggunaan kapasitas baterai dan bahan bakar yang penuh.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X