Mengenal Transmisi DCT Kia Seltos, Benarkah Sering Bermasalah?

Kompas.com - 02/02/2020, 15:42 WIB
Wuling Almaz dilengkapi dengan transmisi CVT 8 percepatan wuling motorsWuling Almaz dilengkapi dengan transmisi CVT 8 percepatan
Penulis Stanly Ravel
|

Menanyakan soal isu transmisi kopling ganda yang mudah panas atau bermasalah, Hermas hanya mengatakan pada dasarnya memang ada ketergantungan dari perawatan dan kondisi iklim di suatu negara, namun bukan berarti transmisi DCT itu lebih sensitif.

Menurut Hermas, hal paling utama bagi agen pemegang merek (APM) yang memasarkan mobil dengan transmisi DCT adalah harus siap dengan sparepart pendukungnya.

Karena bila berkaca pada kejadian-kejadian yang lalu, masalah ketersediaan suku cadang yang menjadi yang krusial.

"Tidak bisa dibilang paling sensitif juga, karena pada dasarnya semua transmisi matik rata-rata basisnya elektrik semua. Pengaruhnya itu banyak, bisa dari suhu, contoh malas mengurus kendaraan yang bikin suhu mobil mudah tinggi sehingga merusak komponen elektronik di dalamnya," ucap Hermas.

Hermas mengatakan suhu transmisi matik umumnya bisa tinggi ketika mobil digunakan dalam kondisi jalan terjal, seperti terus-menerus melaju di jalan yang menanjak.

Namun bila hanya diajak macet-macetan saja, hal tersebut harusnya tidak bermasalah karena tidak memproduksi panas yang berlebihan, tapi bila memang saat digunakan harian lalu bermasalah, ada kemungkinan besar juga karena faktor kendaraan yang kurang perawatan.

Baca juga: Ganggu Kinerja Transmisi, Ini Dua Penyebab Oli Matik Berkurang

"Dual clutch itu transmisi yang sebetulnya berbasis kopling kering dan ada di luar bukan dalam. Iklim dan cuaca di Indonesia memang mempengaruhi, tapi yang puling utama bagimana APM menyediakan kebutuhan sparepart transmisi DCT yang sebanyak-banyaknya dan mudah untuk diakses, bukan hanya tersedia di bengkel resmi saja tapi juga umum karena dengan begitu konsumen mudah mendapatkannya dan terjadi kompetisi harga," ujar Hermas.

Ilustrasi transmisi dual clutchDaimler AG, press department Ilustrasi transmisi dual clutch

"Kenapa dulu DCT dianggap punya penyakit, salah satunya karena ketersedian suku cadang dan harga yang mahal. Pada intinya tidak ada transmisi yang tidak bisa dibetulin, hanya saja ketika itu harga suku cadangnya sudah melebih harga psikologi konsumen Indonesia, jadi yang dijauhi," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X