Mitos atau Fakta, Mesin Mobil Mendadak Mati Ketika Terjebak di Rel Kereta

Kompas.com - 02/02/2020, 14:47 WIB
Ilustrasi perlintasan sebidang dengan rel kereta api.
 
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi perlintasan sebidang dengan rel kereta api.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak kecelakaan kendaraan tertabrak kereta, saat lewat di perlintasan kereta.

Selain karena keteledoran pengendara yang nekat melintas meski palang pintu sudah turun dan isyarat kereta akan lewat, ada isu soal mesin mobil yang tiba-tiba mati saat melintas di rel.

Mitos yang beredar, mesin kendaraan khususnya mobil, mendadak mati karena adanya medan magnet di perlintasan kereta. Mesin disebut tidak mau menyala kembali karena terganggu oleh medan magnet tersebut. Benarkah demikian?

Baca juga: Jangan Panik, Ketika Berkendara Melewati Perlintasan Kereta Api

Menurut Anjar Rosjadi selaku Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor (ADM), rel kereta memang mengandung medan magnet, tetapi itu tidak membuat mesin mobil mati.

“Secara teknis, ketika rel akan dilalui kereta api pasti memiliki medan magnet karena adanya gesekan. Tapi itu tidak akan menganggu kinerja mesin mobil sehingga tidak bisa nyala atau susah distarter. Kebanyakan justru hal ini terjadi karena kepanikan dari si pengemudi,” ujar Anjar kepada Kompas.com, Minggu (02/02/2020)

Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya.Vitorio Mantalean Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya.

Baca juga: Masih Nekat Parkir di Atas Rel Kereta, Siap-siap Mobil Diderek

Namun Anjar menjelaskan, kemungkinan mesin tidak bisa distarter lagi memang bisa saja terjadi, namun ini hanya untuk mobil yang kondisinya tidak sehat.

“Kalau aki mobil yang kondisinya memang sudah tidak baik, untuk distarter di rumah saja susah, apalagi di atas perlintasan kereta,” ujar Anjar.

Didi Ahadi Dealer Technical Sepport Dept. Head Toyota Astra Motor juga mengungkapkan hal yang sama.

“Medan magnet yang terdapat di rel kereta tidak dapat mengganggu kinerja kendaraan, tetapi lebih kepada psikologis (panik) si pengemudi.

Didi mencontohkan, seperti pada mobil yang sudah menggunakan tombot start/stop. Maka membutuhkan injak pedal kopling (transmisi manual) atau pedal rem buat transmisi matik, ketika akan menyalakan mesin.

Dalam kondisi panik, sangat memungkinkan pengemudi lupa dengan prosedur utama dalam menyalakan kendaraan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X