Ini Daftar Kota Termacet Dunia, Jakarta Turun ke Posisi 10

Kompas.com - 02/02/2020, 12:37 WIB
Kepadatan kendaraan di tol dalam kota di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/5/2013). Persoalan kemacetan menjadi persoalan yang mendera Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan infrastruktur jalan.
KOMPAS/PRIYOMBODOKepadatan kendaraan di tol dalam kota di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/5/2013). Persoalan kemacetan menjadi persoalan yang mendera Jakarta karena pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan penambahan infrastruktur jalan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta sudah menerapkan sistem pembatasan mobil ganjil genap, serta mendorong perpindahan pengguna mobil pribadi ke angkutan umum. Akan tetapi berdasakan hasil indeks Lalu lintas TomTom (TomTom Traffic Index), ternyata DKI Jakarta masih masuk dalam daftar 10 negara termacet di dunia.

Namun demikian peringkatnya menurun, dari semula menduduki posisi ketujuh, saat ini geser ke-10.

Sementara untuk daftar tiga besar kota termacet dunia posisi pertama ditempati Bengaluru (India), Manila (Philipina), dan Bogota (Colombia).

Hasil index yang dikeluarkan TomTom menyatakan bila Jakarta mengalami penurunan sebesar 53 persen. Angka tersebut menyatakan bila akibat kemacetan, perjalanan di Jakarta membutuhkan waktu 53 persen lebih lama dibandingkan saat lancar.

Baca juga: Cerita Pengendara yang Masih Terjebak Macet Berjam-jam di Tol Kebon Jeruk

Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta. 

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta.

Menariknya lagi, meski turun peringkat, namun TomTom menilai tingkat kemacetan di Jakarta tak ada perubahan.

Hasil yang ditunjukan sama dengan rekap data pada 2018 silam, artinya selain ada kota-kota lain yang pertumbuhan kemacetannya meningkat, belum ada perubahan signifikan dari Jakarta untuk mengatasi masalah kemacetan.

Menanggapi fenomena ini, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ), menjelaskan bila pergerakan manusia di Jabodetebek mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Pada 2015 lalu baru tercatat 47,5 juta pergerakan per harinya, namun di 2018 jumlahnya meningkat drastis menjadi kurang lebih 88 juta pergerakan per hari.

"Kondisi ini yang bisa menjawab mengapa indeks TomTom menyebut meski terjadi penurunan peringkat kemacetan kota metropolitan dunia dari tujuh menjadi 10 namun dinilai belum ada perubahan signifikan meyangkut kemacetan yang terjadi di Jakarta," kata Kepala Bagian Humas BPTJ Budi Raharjo, kepada Kompas.com, Sabtu (1/2/2020).

Baca juga: Ketimbang Ganjil Genap, ERP Lebih Efektif Mengatasi Kemacetan

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bila BPTJ akan terus berupaya untuk mengatasi kemacetan di Jakarta bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X