Efek Samping Isi Bensin yang Salah pada Motor Injeksi

Kompas.com - 01/02/2020, 10:02 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). Kelangkaan BBM mulai muncul di beberapa daerah menyusul wacana kenaikan harga BBM karena komsumsi BBM melebihi batas maksimal 46 juta kiloliter.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan bakar atau bensin yang tersedia di pasaran saat ini memiliki berbagai nilai oktan. Bagi pemilik sepeda motor injeksi, wajib paham memilih bensin yang tepat sesuai dengan kompresi yang dibutuhkan mesin.

Sejatinya, patokan level kompresi ini juga berlaku pada motor dengan karburator.

Wahyudin, Kepala Mekanik AHASS DAM, mengatakan, tiap bahan bakar memiliki RON (Research Octane Number). RON adalah angka identifikasi untuk komparasi antara heptana dan isooktana.

Baca juga: Cara Nyalakan Mesin Motor Injeksi Usai Kehabisan Bensin

"Contoh, 10 persen heptana dan 90 persen isooktana. Maka, diidentifikasi dengan RON 90 (setara Pertalite)," ujar Wahyu, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, beberapa waktu lalu.AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, beberapa waktu lalu.

Korelasinya, menurut Wahyu, dengan kesesuaian antara penggunaan bahan bakar dengan spesifikasi mesin dan emisi gas buang yang dihasilkan.

"Semakin tinggi oktan, maka akan semakin sedikit emisi gas buang yang dihasilkan. Tapi, disesuaikan dengan desain mesin. Ketidaksesuaian penggunaan bahan bakar pada mesin bisa mengakibatkan tarikan menjadi tersendat, kurang tenaga, atau mengelitik," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, jika motor diisi dengan bahan bakar yang RON-nya terlalu rendah, maka performa mesin seperti tertahan alias kurang tenaga. Sedangkan jika RON terlalu tinggi, bisa membuat mesin mengelitik dan temperatur mesin juga meningkat.

"Mengelitik terjadi karena terjadi pembakaran lebih awal, tidak sesuai dengan pengapian mesin," kata Wahyu.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Motor Injeksi Kehabisan Bensin Bisa Bikin Rusak?

Bachtiar Kemal Harahap, pemilik bengkel spesialis matik LD Garage, mengatakan, pada umumnya motor sekarang kompresinya rendah. Sehingga, pakai Pertalite atau Pertamax sudah cukup.

"Tapi, banyak juga yang pakai bensin dengan RON tinggi. Sebetulnya, hal tersebut mubazir, karena mesin tidak mampu membakar semua," ujar Kemal.

Kemal menambahkan, biasanya, dampaknya pada mesin akan timbul kerak di bagian dalamnya. Sebab, pembakaran yang terjadi di dalam mesin tidak sempurna.

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda, AHASS Daya Motor Cibinong dan Sawangan, jika kadar oktan turun akibat penyimpanan terlalu lama atau istilahnya "bensin basi", biasanya bisa mengakibatkan tarikan motor tersendat saat dikendarai. Hal tersebut terjadi karena pembakaran di dalam mesin juga tidak sempurna.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X