Kompas.com - 31/01/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi mesin mobil overheat SHUTTERSTOCKIlustrasi mesin mobil overheat
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika berkendara menggunakan mobil, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi suhu mesin. Untuk mengetahuinya, pengemudi cukup melihat indikator suhu pada metercluster.

Pada indikator tersebut akan terlihat ada semacam alat pengukur suhu. Jika mesin mobil mengalami peningkatan suhu sampai mengalami panas berlebih maka gambar indikator tersebut akan menyala.

Dalam kondisi seperti ini, pastilah ada permasalahan pada mesin. Bisa saja jantung pacu mobil mengalami panas berlebih atau overheat.

Baca juga: Cara Nyalakan Mesin Motor Injeksi Usai Kehabisan Bensin

Ketika hal itu terjadi, sebaiknya pengemudi segera menepikan mobil dan tidak melanjutkan perjalanan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.

Ilustrasi overhaul mesin mobilwww.easternrangesmotors.com.au Ilustrasi overhaul mesin mobil

Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menjelaskan jika indikator suhu mesin menyala berarti terjadi malfungsi pada sistem pendinginan.

Baca juga: Cegah Mobil Diesel Masuk Angin, Jangan Pernah Habis BBM

Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi hingga menyebabkan panas mesin meningkat.

“Seperti ada bagian radiator yang bocor, atau ada yang tersumbat, mungkin juga terjadi permasalahan pada tutup radiator atau yang lainnya,” kata Didi kepada KOMPAS.com, Jumat (31/1/2020).

Ilustrasi mesin mobil overheatroberts.com.ph Ilustrasi mesin mobil overheat

Menurut Didi, jika mengalami hal ini sebaiknya segera menepikan mobil dan tunggu sampai suhu mesin kembali normal atau turun. Setelah itu bisa dilakukan pengecekan pada setiap bagiannya.

“Pengecekan bisa dilakukan ke bengkel yang terdekat untuk mengetahui permasalahannya,” ucapnya.

Baca juga: Apakah Mobil Mesin Diesel Masih Perlu Dipanaskan?

Service Parts Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi menyampaikan, jika mesin mobil mengalami panas berlebih maka bisa dipastikan sistem pendinginan tidak optimal.

“Bisa disebabkan karena air kurang, bocor, tersumbat atau pun kualitas sudah jelek. Selain itu, juga bisa disebabkan karena kipas atau fan motor rusak,” katanya.

Panas kerap terjadi terlebih saat macet berkepanjangan Panas kerap terjadi terlebih saat macet berkepanjangan

Jika itu terjadi, masih kata Anjar, maka akan membuat kinerjanya tidak maksimal. Selain itu, overheat juga bisa disebabkan karena thermostat rusak.

“Bisa juga kerusakan pada tutup radiator sehingga menutupnya tidak maksimal. Ini membuat air pendingin bisa menguap atau keluar, sehingga air pendingin bisa berkurang,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.