Pertimbangkan Plus Minus Saat Beli Mobil Bekas Taksi

Kompas.com - 30/01/2020, 17:02 WIB
Toyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta Selatan Stanly-Kompas.comToyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta Selatan
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas selalu menjadi alternatif bagi sebagian orang. Namun, harus tetap pertimbangkan plus minus ketika membeli mobil bekas, salah satunya eks taksi.

Masyarakat yang tertarik membeli mobil bekas, pilihannya kini makin beragam. Selain secara online atau mengunjungi showroom mobil seken, bila ingin mencari harga yang lebih terjangkau lagi saat ini juga bisa melirik unit bekas taksi seperti yang ditawarkan Bluebird.

Perusahan berlogo "burung biru" itu memang sudah cukup lama menjajakan armada bekas taksi dengan beragam model dan kondisi. Mulai dari Toyota Limo, Mercedes-Benz E200 dan C200, sampai Toyota Alphard, serta Honda Mobilio.

Baca juga: Modal Rp 200 Juta Bisa Bawa Pulang Toyota Alphard

Secara kondisi, unit yang ditawarkan memang terjamin, pasalnya sudah dilakukan proses rekondisi. Mulai dari pelepasan atribut taksi, pengecetan bodi, perapihan eksterior dan interior, sampai sektor mesinnya.

Proses perapihan taksi jadi mobil siap jualStanly/Otomania Proses perapihan taksi jadi mobil siap jual

Tak hanya itu, calon pembeli juga bisa datang melihat perbaikan unit yang akan dibelinya. Menurut Head of MobilGo Used Car Division Bluebird Group Hery Sugiarto, pihaknya selalu menyampaikan soal kondisi mobil yang konsumen pilih agar bisa menjadi pertimbangan.

"Semua unit mobil bekas yang kami jual sudah menjalani proses perbaikan lebih dulu. Untuk unit yang dijual ini bukan bekas banjir, tapi memang unit peremajaan yang sudah waktunya diganti. Kalau unit bekas banjir itu pasti kami akan terangkan di awal, dan harganya bisa beda lagi," ucap Hery, saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (30/1/2020).

Lebih lanjut Hery menjelaskan, salah satu keuntungan masyarakat membeli mobil bekas taksi adalah soal jaminan dan harga yang kompetitif. Mayarakat juga tak perlu repot mengurus migrasi perpindahan dari pelat kuning ke hitam, karena semua sudah dibereskan oleh Bluebird.

Toyota Alphard Bekas TaksiStanly-Kompas.com Toyota Alphard Bekas Taksi

Namun, perlu diketahui namanya mobil bekas taksi yang selalu beroperasi setiap hari sudah pasti kilometer atau jarak jelajahnya cukup tinggi. Bahkan karena hal tersebut, mobil bekas taksi kerap dijuluki "mobil capek".

Baca juga: Mau Gaya Pakai Sedan Eropa Bekas Rp 100 Jutaan, Simak Pilihannya

Soal ini, sebelumnya Hery pun sudah menjelaskan bila hal tersebut memang tak bisa dipungkiri. Tapi bukan berarti secara kondisi tidak baik, justru sebagai mobil operasional, Bluebird selalu memastikan perawatan kendaraaan operasionalnya, karena biar bagaimanapun, ujung tombak dari usahanya adalah mobil tersebut.

Proses perapihan taksi jadi mobil siap jualStanly/Otomania Proses perapihan taksi jadi mobil siap jual

"Perawatan berkala sudah pasti kami lakukan, unit yang kami jual ini juga sudah lulus inspeksi pengecekan. Konsumen juga tak perlu khawatir, karena ada masa garansi selama enam bulan untuk khusus untuk transmisi dan mesin," ucap Hery.

Bicara soal harga yang cenderung miring untuk unit taksi, bisa jadi suatu keuntungan tersendiri bagi orang yang benar memiliki dana terbatas.

Tapi perlu diketahui, mobil yang digunakan untuk taksi memiliki perbedaan dengan unit yang dijual pada umumnya.

Toyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta SelatanStanly-Kompas.com Toyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta Selatan

Contoh untuk All New Limo atau yang dikenal juga dengan sebutan Vios. Biasanya untuk unit taksi tak dilengkapi power window, alias tuas buka tutup jendela masih harus dilakukan secara manual menggunakan engkol, selain itu juga belum ada central lock.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X