Kompas.com - 28/01/2020, 19:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation berencana untuk memasarkan kendaraan niaga listrik pada lima tahun mendatang.

Namun, hal itu hanya akan terjadi jika pembentukan iklim atau ekosistem kendaraan listrik di Indonesia bisa berjalan secara optimal. Berbagai persiapan harus dilakukan lebih dahulu, khususnya pada sektor infrastruktur.

"Era kendaraan listrik memang bisa menyambar ke segmen niaga, mengingat perkembangan teknologi itu sangat cepat. Tapi untuk saat ini, secara kebutuhannya orang masih ragu. Salah satu contoh, belum menyebarnya infrastruktur charger station dan pengisian cepat," kata Dony Hermawan, Head of PR & CSR PT KTB di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Baca juga: Persiapan Diri Mitsubishi Fuso Menghadapi Bahan Bakar B30

Fuso E-CanterStanly/KompasOtomotif Fuso E-Canter

Selain itu, adanya perbedaan penggunaan moda transportasi antara kendaraan penumpang dan niaga, membuat era kendaraan niaga listrik sedikit lebih lama.

"Sekarang mungkin sudah mulai pengembangan untuk kendaraan penumpang. Tapi ingat, truk ini tujuan utamanya digunakan untuk usaha. Apakah nanti bisa meng-cover penghasilan dan pengeluaran pengusaha, perlu dikaji lagi. Karena semakin tinggi teknologinya, harga mobil tentu akan semakin mahal," kata dia.

"Mungkin, paling tidak lima tahun (waktu yang dibutuhkan) supaya masyarakat mulai aware. Kami lihat juga pemerintah mulai menyosialisasikan kendaraan listrik," ujar Dony.

Baca juga: Penjualan Kendaraan Niaga Lesu di 2019

Peluncuran Varian Baru Mitsubishi Fuso Fighter di GIIAS 2019istimewa Peluncuran Varian Baru Mitsubishi Fuso Fighter di GIIAS 2019

Sebagai informasi, Mitsubishi Fuso sudah memiliki truk listrik bersegmen light duty truck, yakni eCanter. Mobil baru diperkenalkan di beberapa negara, salah satunya Taiwan.

Pada beberapa kesempatan pameran otomotif nasional, pihak KTB sudah membawanya. Namun, mobil masih berstatus prototype atau tidak untuk dijual.

"Dulu kita pernah bawa yang prototype. Tapi sebelum itu (dipasarkan secara resmi), sepertinya kita akan lakukan pilot project di kota-kota tertentu," kata Dony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.