Kemenperin Targetkan Ekspor Kendaraan Bermotor Naik di Tahun Ini

Kompas.com - 27/01/2020, 14:01 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai mengejar target Pemerintah untuk ekspor kendaraan bermotor Indonesia sebanyak 1 juta unit di 2024.

Berbagai upaya tengah dilakukan seperti mempersiapkan regulasi kendaraan listrik berbasis baterai dan lainnya. Supaya, iklim investasi dan produksi semakin gemilang.

"Target pemerintah hanyalah dua, yakni ekspor dan investasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada setiap kesempatan menyampaikan hal itu. Karenanya, ekspor kendaraan terus kita dorong," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika saat ditemui Kompas.com, belum lama ini.

Adapun target ekspor kendaraan roda dua, tahun ini diharapkan mencapai 900.000 unit atau naik 11 persen dari capaian tahun lalu. Sementara mobil target ekspornya 350.000 unit atau naik 5,4 persen dari realisasi di 2019.

Baca juga: Pelat Kecil di Anak Kunci Mobil Ini Hilang, Bisa Rugi Jutaan Rupiah

Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.ISTIMEWA Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.

"Ekspor kendaraan bermotor tahun 2019 naik semua. Sepeda motor naik 29 persen dari 627.421 unit di tahun 2018 jadi 810.188 unit. Sementara kendaraan roda empat atau lebih, dari 264.553 unit menjadi 332.023 unit. Pasar global begitu kompetitif, jadi kami dorong terus," kata Putu.

"Nanti kita juga akan ada produsen baru yang melakukan ekspor, negara tujuannya juga bertambah. Jadi saya rasa target itu bisa terealisasi," lanjutnya.

Sedangkan target kendaraan bermotor di dalam negeri tidak begitu signifikan. Putu menilai, hal ini dikarenakan pasar domestik akan stagnan di 2020.

"Kenaikan target di domestik tidak signifikan, tapi kondisi kita lebih baik dari negara lain seperti China (dalam volume)," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X