Penumpang Motor yang Merokok Bisa Kena Tilang? Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 27/01/2020, 12:50 WIB
Ilustrasi merokok sambil berkendara Shutterstock.comIlustrasi merokok sambil berkendara
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Penerapan aturan larangan merokok saat berkendara berbeda dengan penggunaan sabuk keselamatan, atau safety belt pada kendaraan roda empat atau lebih.

Jika aturan penggunaan sabuk pengaman ditujukan juga bagi penumpang mobil. Sedangkan untuk aturan merokok saat berkendara hanya ditujukan kepada pengemudi atau pengendara saja.

Sedangkan untuk penumpangnya tidak diberlakukan aturan tersebut. Untuk aturan penggunaan sabuk pengaman sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tepatnya pada pasal 106 ayat 6.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

Bagi pengemudi yang tidak mentaatinya akan diberikan sanksi pidana, sebagaimana tertuang pada pasal 289 di Undang-undang yang sama.

Baca juga: Selain Ditilang, Merokok Sambil Berkendara Bisa Sebabkan Kecelakaan

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa sanksi yang dijatuhkan, yakni berupa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 250.000.

Sedangkan untuk aturan larangan merokok saat berkendara terdapat pada Peraturan Menteri (Permen) No 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Ilustrasi merokokshutterstock Ilustrasi merokok

Dalam aturan tersebut menyertakan bahwa pengendara dilarang merokok selama berkendara.

Peraturan menteri tersebut juga sudah diterangkan dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam UU tersebut diatur bahwa tata cara berlalu lintas yang benar adalah setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Untuk sanksi pengendara yang merokok itu hanya kepada pengemudinya saja. Berbeda dengan penggunaan sabuk pengaman yang juga dijatuhkan kepada penumpangnya,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Mitos Atau Fakta, Nitrogen Bisa Bikin Ban Lebih Awet?

Fahri menambahkan, penerapan sanksi bagi penumpang mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman ini sesuai dengan aturan yang ada.

Sedangkan untuk aturan merokok tersebut hanya ditujukan kepada pengemudi lantaran bisa mengganggu konsentrasi pengemudi.

Ilustrasi sabuk pengaman di bustalkbusiness.net Ilustrasi sabuk pengaman di bus

“Kalau sabuk keselamatan itu kan dijatuhkan kepada pengemudi dan penumpang
Undang-undangnya mengaturnya seperti itu. Kalau merokok itu kan pengemudi bisa terganggu konsentrasinya karena merokok,” ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.