Mitos Atau Fakta, Nitrogen Bisa Bikin Ban Lebih Awet?

Kompas.com - 27/01/2020, 11:02 WIB
Seorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018). Kompas.com/Alsadad RudiSeorang petugas outlet pengisian ban dengan nitrogen di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok sedang melayani pelanggan pada Kamis (8/2/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Menjaga tekanan udara pada ban memang cukup penting saat berkendara. Apabila selalu terjaga dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan, maka lebih aman dan dapat menghindari pecah ban.

Maka dari itu, saat tekanan udara pada ban berkurang atau kempis bisa langsung dilakukan pengisian. Belakangan tersedia dua pilihan, yaitu jenis udara biasa dan nitrogen.

Jenis udara biasa, harganya juga relatif lebih murah, yakni antara Rp 2.000 sampai Rp 5.000 per bannya.

Bahkan di beberapa SPBU menyediakan kompresor untuk pengisian udara secara gratis. Sehingga, pemilik kendaraan bisa melakukan pengisian tanpa mengeluarkan biaya.

Meski begitu, tidak sedikit pemilik kendaraan yang memilih menggunakan udara jenis nitrogen. Meskipun harganya jauh lebih mahal, yakni mencapai Rp 6.000 sampai Rp 10.000 untuk setiap ban.

Tetapi banyak yang percaya jika menggunakan udara nitrogen, tekanan ban akan lebih awet.

Baca juga: Biaya Restorasi VW Kodok dan Porsche 356 Tembus Setengah Miliar Rupiah

Menanggapi hal itu, On Vehicle Tes PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal mengatakan, bahwa anggapan udara nitrogen bisa membuat ban lebih awet dibenarkan.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi karena tekanan udara nitrogen lebih stabil dibandingkan dengan tekanan udara biasa.

Tabung kompresor untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Tabung kompresor untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).

“Bisa begitu (lebih awet), karena akan membuat tekanan angin lebih stabil dibandingkan pakai udara biasa,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Zulpata menambahkan, selain lebih stabil ban yang diisi menggunakan nitrogen juga tidak mudah berkurang. Hal ini disebabkan karena molekul pada nitrogen lebih besar.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X