Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/01/2020, 15:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.comTransmisi otomatis lebih mudah dan praktis dioperasikan dibanding transmisi manual. Meski begitu, bukan berarti jenis transmisi ini bebas dari masalah.

Rembesnya oli dari sistem transmisi jadi salah satu pemicu kerusakan jika terus didiamkan. Pemilik kendaraan wajib lebih waspada jika mendapati hal ini pada kendaraan kesayangan.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan kurangnya oli transmisi dapat menyebabkan masalah yang serius. Mulai dari kinerja yang bermasalah hingga rusaknya komponen penting.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Jarang Pakai Kick Starter pada Motor Matik

Cek bagian transmisi mobil, terutama yang terendam banjir, biasanya oli tercampur air.Kompas.com/Dio Cek bagian transmisi mobil, terutama yang terendam banjir, biasanya oli tercampur air.

“Masalah paling serius bisa sampai merusak sabuk baja pada transmsi CVT atau kerusakan roda gigi pada transmisi konvensional,” ucapnya kepada Kompas.com (25/1/2020).

Padahal oli transmisi punya peran penting dalam sistem kerja transmisi. Menurut Hermas, oli tidak hanya bekerja sebagai pelumas, tapi juga mendukung perpindahan gigi, khususnya pada transmisi dengan torque converter.

“Kalau rembes atau bocor didiamkan dalam waktu lama pasti akan mengurangi performa transmisi, roda-roda giginya juga bisa aus dan rusak,” kata Hermas.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ban Mobil Harus Istirahat saat Perjalanan Jauh?

Komponen transmisi matikAditya Maulana, KompasOtomotif Komponen transmisi matik

Sedangkan pada transmisi CVT, jika sabuk baja sebagai penerus putaran mesin tidak mendapat pelumasan oli dengan baik efeknya bisa sampai putus.

“Harusnya sabuk baja itu terendam oli, kalau terus bergesek tanpa oli pasti berbahaya. Sementara untuk transmisi konvensional bisa menyebabkan gigi gagal berpindah karena tidak ada tekanan yang kuat dari oli,” ujar Hermas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.