Alasan Yamaha Indonesia Masih Enggan Luncurkan Motor Listrik

Kompas.com - 24/01/2020, 18:42 WIB
Yamaha E-Vino. Febri Ardani/KompasOtomotifYamaha E-Vino.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih enggan untuk menjual ataupun memproduksi sepeda motor listrik.

Dyonisius Beti, Executive Vice President PT YIMM mengatakan hal ini dikarenakan pasar kendaraan listrik di tanah air belum terbentuk. Masyarakat pun sulit untuk melakukan peralihan karena ada beberapa faktor yang belum siap.

"Faktor utama ialah ketersediaan infrastruktur. Apakah seluruh DKI Jakarta sudah tersedia fasilitas charging di public area, pasar raya, mall, perkantoran, dan lainnya atau tidak? Sebab, kalau tidak masyarakat tidak bisa beralih," katanya kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Masukan Yamaha Terkait Insentif Kendaraan Listrik di Jakarta

Boks penympanan barang bisa digunakan menyimpan baterai cadangan.Yamaha Global Boks penympanan barang bisa digunakan menyimpan baterai cadangan.

Kemudian, lanjut Dyonisius, masyarakat juga belum mendapatkan edukasi tentang kendaraan listrik secara baik. Masih banyak yang khawatir akan keandalan motor ketika menerjang genangan air, cuaca panas, dan sebagainya.

"Namun yang paling banyak, berdasarkan test market kami dengan menggunakan E-Vino, mereka masih khawatir akan ketersediaan baterainya. Bisa pergi dari rumah, kalau habis baterai takut harus dorong motor pulang, karena charging station masih sangat terbatas," kata dia.

"Lalu, charging juga masih terlalu lama yaitu sampai 8 jam untuk sekali pengisian penuh," lanjutnya.

Baca juga: Resmi, Pemprov DKI Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Skuter listrik Yamaha e-Vino.Febri Ardani/KompasOtomotif Skuter listrik Yamaha e-Vino.

Dyonisius menyarankan supaya pemerintah memanfaatkan kenaikan penerimaan Pajak Kendaraan untuk membangun fasilitas charging di seluruh titik krusial. Serta, menyosialisasikan bagaimana berkendara mobil atau motor listrik yang benar.

"Tak lupa juga menyediakan penampungan baterai kendaraan listrik bekas, jangan sampai menumpuk. Dengan demikian, semua pabrikan akan bergerak cepat untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan memasarkan kendaraan listrik. Tanpa infrastruktur, tidak akan ada yang beralih," ujar Dyonisius.

Sementara kabar E-Vino sendiri, masih digunakan untuk tes pasar dan studi dengan melibatkan beberapa pihak yakni, Universitas Pelita Harapan, The Breeze BSD, Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, dan Kebun Raya Bogor.

"Kami berikan untuk lingkungan terbatas dahulu, termasuk pabrik kami sendiri," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X