Jangan Menjadikan Mobil Sebagai Rumah Kedua

Kompas.com - 23/01/2020, 15:50 WIB
Ilustrasi bagasi mobil yang overload www.drivespark.comIlustrasi bagasi mobil yang overload

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil sudah menjadi barang kebutuhan untuk sebagian orang yang beraktivitas di kota besar seperti Jakarta, termasuk perempuan.

Bahkan ada yang menganggap mobil sebagai rumah kedua, hingga bisa melakukan aktivitas apa saja selain mengemudi.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, sebenarnya sah-sah saja untuk melakukan kegiatan lain di dalam kendaraan, asalkan aktivitas tersebut tidak dilakukan sambil mengemudi.

Baca juga: Resmi, Pemprov DKI Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

“Dengan alasan kemacetan, kepentingan, bisnis, banyak orang yang menjadikan mobil sebagai rumah kedua. Sehingga banyak isinya sepatu, makanan sampai pakaian dipindahkan ke dalam mobil," jelas Sony kepada Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Sony melanjutkan, kalau pun semua itu mau dibawa, harus diletakkan di tempat yang aman, tertutup, tidak bergerak dan rapih. Sangat tidak disarankan menaruh barang di dasbor dan bawah jok pengemudi.

Baca juga: 4 Tips Berkendara Aman di Jalan Tol

“Menaruh sepatu di bawah jok, atau HP di atas dasbor. Itu bisa menjadi salah satu faktor kecelakaan,” ujar Sony lagi.

Lebih amannya, barang-barang seperti sepatu atau pakaian, ditempatkan rapi di bagasi atau bagian belakang mobil. Sedangkan HP, dompet atau barang berharga lainnya, disimpan di kompartemen yang tertutup.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X