Razia Truk ODOL Ranah Kemenhub, Jangan Mau Dipengaruhi

Kompas.com - 21/01/2020, 07:02 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019) DOKUMENTASI KEMENHUBMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) sejatinya tengah berupaya menindak praktik ODOL (over dimension dan over load) yang secara penuh ditargetkan berlaku tahun 2021. Meski begitu, implementasi aturan tersebut rencananya mulai berlaku di jalan tol sejak tahun ini.

Di sela-sela upaya tersebut, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) malah meminta untuk menunda pemberantasan ODOL sampai 2023 atau 2025.

Kemenperin setidaknya menyampaikan beberapa poin keberatan jika penerapan kebijakan Zero ODOL diterapkan secara penuh pada 2021.

Baca juga: Bus Pariwisata yang Rengut 8 Nyawa di Subang, Hasil Modifikasi

Kemenub mulai lakukan normalisasi truk yang kelebihan dimensi dengan cara dipotongKOMPAS.com/Ruly Kemenub mulai lakukan normalisasi truk yang kelebihan dimensi dengan cara dipotong

Menanggapi hal ini, Darmaningtyas, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), mengatakan, bahwa Kemenhub harus memenuhi komitmennya dalam memberantas ODOL secara penuh pada 2021.

“Kemenhub salah kalau mau menunda, karena kemenhub sudah menentukan Zero ODOL tahun 2021. Harus dipenuhi, jangan karena ada reaksi dari Kemenperin, lantas ditunda,” ujarnya kepada Kompas.com (20/1/2020).

“Sebab penegakan hukum bagi kendaraan ODOL di jalan adalah domainnya Kemenhub, harus otonom, jadi jangan mau dipengaruhi oleh kepentingan lain,” kata Darmaningtyas.

Baca juga: Deretan Kecelakaan Bus Maut, Korban Tewas Puluhan Orang

Zefanya Bagus Sunaryo (33) saat berupaya keluar dari mobil usai peristiwa truk kontainer menyeruduk 7 mobil di di rest area  KM 97 tol Cipularang pada Jumat (17/1/2020)  sore.HANDOUT Zefanya Bagus Sunaryo (33) saat berupaya keluar dari mobil usai peristiwa truk kontainer menyeruduk 7 mobil di di rest area KM 97 tol Cipularang pada Jumat (17/1/2020) sore.

Untuk diketahui, praktik ODOL nyatanya sangat merugikan banyak pihak. Instran mencatat, mayoritas kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh truk yang ODOL. Pemberantasan ODOL mutlak dibutuhkan demi faktor utama, yakni keselamatan.

Truk ODOL sendiri memiliki sejumlah risiko jika tetap dibiarkan berkeliaran di jalan. Mulai dari rem blong, ban pecah, as roda patah, suspensi patah, kendaraan terguling, jalan cepat rusak, muatan yang menabrak jembatan, hingga kecepatan yang terbatas.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X