Ekspor Toyota Meningkat, Rush dan Fortuner Terlaris di Mancanegara

Kompas.com - 20/01/2020, 17:24 WIB
Fortuner jadi salah satu model Toyota yang cukup laris di pasar mancanegara TMMINFortuner jadi salah satu model Toyota yang cukup laris di pasar mancanegara
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif Indonesia pada tahun lalu belum ada peningkatan berarti, pasar cenderung lesu dan penjualan menurun hingga dua digit. Hal yang berbeda justru terjadi di sektor ekspor yang mengalami peningkatan, khususnya dari merek Toyota.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) mencatat pengiriman kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) bermerek Toyota mencatatkan capaian tertinggi selama 5 tahun terakhir.

Angkanya mencapai 208.500 unit, atau naik tipis dibandingkan volume ekspor tahun 2018 sebesar 206.500 unit.

Baca juga: Mau Beli Xpander, Harus Punya Gaji Minimal Rp 18 Juta per Bulan

Toyota Rush laris manis di pasar domestik maupu mancanegaraTAM Toyota Rush laris manis di pasar domestik maupu mancanegara

Di antara sekian banyak model, ternyata Rush dan Fortuner jadi model paling diminati di mancanegara. Capaiannya secara berturut-turut yaitu 50.300 unit dan 45.300 unit pada 2019.

Model sedan Vios turut mendukung capaian positif ekspor CBU bermerek Toyota dengan volume 31.000 unit.

Sementara di segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV), model-model andalan seperti Kijang Innova dan Avanza berhasil dikapalkan ke mancanegara dengan volume masing-masing 5.300 unit dan 28.900 unit.

Baca juga: Daftar Merek Mobil yang Harga Bekasnya Jatuh

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMMIN, mengatakan bahwa mempertahankan dan meningkatkan performa eskpor bukanlah hal yang mudah.

“Karena menyangkut banyak faktor seperti daya saing baik daya saing produk, infrastruktur pendukung hingga regulasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com (20/2/2020).

“Karenanya kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak terutama pemerintah Indonesia yang selalu melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor yang memengaruhi kegiatan ekspor nasional,” kata Warih.

Baca juga: Lawan Honda HR-V, Harga Kia Seltos di Bawah Rp 300 Juta

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota juga mengirimkan kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD) sebanyak 45.400 unit.

Juga mesin bensin dan etanol dengan tipe TR dan NR dengan total 123.600 unit, serta komponen kendaraan dengan volume 94,2 juta unit.

Untuk diketahui, saat ini produk ekspor Toyota telah merambah lebih dari 80 negara tujuan di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika dan Karibia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X