Mengapa Kendaraan Berat Rawan Rem Blong, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 18/01/2020, 16:02 WIB
Foto karya Kristianto Purnomo berjudul Kecelakaan Bus Asli Prima ini meraih juara II kategori spot news di ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2019. Foto di ambil pada Minggu (13/01/2019) menampilkan korban kecelakaan antara Bus Asli Prima dan sebuah truk. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOFoto karya Kristianto Purnomo berjudul Kecelakaan Bus Asli Prima ini meraih juara II kategori spot news di ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2019. Foto di ambil pada Minggu (13/01/2019) menampilkan korban kecelakaan antara Bus Asli Prima dan sebuah truk.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Rem blong sering menjadi penyebab kecelakaan yang melibatkan truk maupun bus besar. Kurangnya perawatan hingga beban yang melebihi batas yang maksimal disinyalir menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya kinerja pengereman.

Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi, menjelaskan, bahwa beban yang dibawa oleh sebuah kendaraan sangat berpengaruh pada sistem pengereman.

Bahkan tidak jarang berat beban tersebut membuat rem tidak berfungsi alias blong. Pada kondisi ini, kendaraan sangat rawan mengalami kecelakaan.

Dan yang paling baru seperti yang terjadi di rest area tol Cipularang. Akibat rem blong, truk kontainer terbalik dan menimpa 7 kendaraan yang tengah parkir.

Baca juga: Perhatikan Ini Saat Mengemudi di Jalan Aspal dan Beton

Akibatnya, seorang warga mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Kalau menurut saya lebih pada segi perawatan dan juga beban yang melebihi batas standar. Kalau beban yang dibawa melebihi batas, pastinya rem juga akan bekerja lebih berat,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (18/1/2020).

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

Hal ini karena, lanjut Didi, semakin berat beban yang dibawa oleh sebuah kendaraan maka akan berpengaruh terhadap sistem pengereman. Selama ini sering didapati, truk-truk yang mengalami kecelakaan karena rem blong membawa beban yang cukup berat.

Bahkan ada juga yang sampai melebihi batas maksimal beban yang diperbolehkan. Maka dari itu, Didi pun menyarankan agar pengecekan sistem pengereman rutin dilakukan.

Salah satunya adalah untuk mengantisipasi terjadinya rem blong atau pengereman yang tidak berfungsi maksimal.

Baca juga: Pahami Risiko Potong Rantai Motor

“Pada intinya kendaraan yang dibawa itu harus laik jalan. Kalau ban sudah habis tapaknya juga harus diganti karena ini juga mempengaruhi pengereman,” ucapnya.

Kemudian, masih kata Didi, pengecekan juga harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari kondisi kanvas rem, kondisi selang bocor atau tidak, pipa-pipa, kompresor angin dan juga bagian pendukung lainnya.

Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.

“Pengecekan ini harus dilakukan secara berkala dan rutin. Kalau perlu setiap hari dilakukan pengecekan, terutama yang bisa dilakukan pengecekan sendiri oleh pengemudi,” ujarnya.

Selain masalah rem, Didi mengatakan, bagian pendukung lain yang juga harus dilakukan seperti lampu-lampu, oli, air, ban dan juga bagian yang lainnya. Hal ini ditujukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat kendaraan digunakan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X