Maaf, Pemegang KJP Dilarang Punya Mobil Pribadi

Kompas.com - 14/01/2020, 17:01 WIB
Petugas Samsat Jakarta Utara mengecek pajak sebuah mobil mewah saat razia supervisi pencegahan pajak mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara di Jakarta, Kamis (5/12/2019). Badan Pajak dan Restribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Samsat Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penindakan terhadap 11 mobil mewah yang menunggak pembayaran pajak. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPetugas Samsat Jakarta Utara mengecek pajak sebuah mobil mewah saat razia supervisi pencegahan pajak mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara di Jakarta, Kamis (5/12/2019). Badan Pajak dan Restribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Samsat Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penindakan terhadap 11 mobil mewah yang menunggak pembayaran pajak.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Kota Administrasi Jakarta Timur, mengingatkan bila Kartu Jakarta Pintar ( KJP) Plus tidak diperuntukan bagi pemilik mobil.

Hal ini lantaran banyak kasus penemuan penunggak pajak kendaraan adalah pemegang KJP Plus.

Menurut Kepala UP PKB BBNKB Jakarta Timur Iwan Syaefuddin, kemungkinan besar banyak warga yang namanya dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menghindari pajak progresif.

"Bagi warga yang punya KjP dan terdaftar namanya memiliki mobil, kami imbau untuk melakukan pemblokiran kendaraan agar KJP-nya bisa tetap digunakan untuk keperluan anak. Bila tidak, maka KJP akan dicabut," ucap Iwan kepada Kompas.com, beberapa hari lalu di Jakarta.

Baca juga: Puluhan Ribu Kendaraan di Jakarta Timur Diblokir karena Punya KJP

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bila peruntukkan KJP adalah untuk kalangan yang tak mampu. Masyarakat pemegang KJP tak boleh memiliki mobil, namun masih boleh memiliki sepeda motor asalkan tak lebih dari satu unit.

Petugas  BPRD DKI Jakarta menempelkan stiker ke mobil mewah yang pajaknya belum dibayar di Apartemen Regatta, Jakarra Utara, Kamis (5/12/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Petugas BPRD DKI Jakarta menempelkan stiker ke mobil mewah yang pajaknya belum dibayar di Apartemen Regatta, Jakarra Utara, Kamis (5/12/2019).

Bila dari sistem terindikasi nama pemegang KJP memiliki mobil dan atau motor lebih dari satu, otomatis akan digolongkan sebagai kelompok mampu. Hal ini membuat fasilitas KJP tak lagi berfungsi.

"Karena itu lebih baik diblokir bila KJP-nya mau jalan. Jangan sampai tiba-tiba nanti bermasalah karena mungkin identitasnya digunakan orang lain saat akan membeli mobil. Hati-hati bila meminjamkan identitas," ucap Iwan.

Baca juga: Kendaraan yang Menunggak Pajak Akan Ditempel Stiker

Sebelumnya telah dijelaskan bila untuk wilayah Jakarta Timur sendiri total kendaraan yang diblokir akibat memiliki KJP sebesar 22.251 unit. Jumlah teresebut terdiri dari 12.277 motor dan 7.974 mobil, bahkan ada 20 unit yang namanya tercatut memiliki mobil mewah dengan nilai jual di atas Rp 1 miliar.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X