Di Depok, Pemilik Mobil Tak Punya Garasi Kena Denda Rp 2 Juta

Kompas.com - 13/01/2020, 06:51 WIB
Rata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan. Ghulam/KompasOtomotifRata-rata satu rumah satu mobil di Jepang dan parkir di garasi sendiri atau di tempat penyewaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok telah mengesahkan peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan bidang perhubungan.

Melalui revisi Perda Nomor 2 Tahun 2012, masyarakat Kota Depok yang hendak memiliki mobil kini wajib menyediakan lahan parkir atau garasi. Bagi pelanggar, akan dikenakan denda hingga Rp 2 juta.

"Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kondisi mobil parkir hingga memakan badan jalan, Pemerintah Kota Depok akhirnya merevisi Perda tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan," kata Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Sempat Tertunda, Penerbitan Smart SIM di Depok Berjalan Lancar

Pradi mengatakan, raperda yang telah diusulkan sejak Juli 2019 dan kini menjadi perda tersebut adalah upaya untuk menekan banyaknya warga yang memarkirkan kendaraan dengan sembarangan di Kota Depok.

Ilustrasi parkiran mobil di Jepang Ilustrasi parkiran mobil di Jepang

Adapun mekanisme pelaksanaannya, sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana, akan dibahas lebih lanjut. Direncanakan, implementasi perda akan berlaku pada 2022.

Baca juga: Perda Garasi di Depok, Tekan Parkir Sembarangan hingga Pro Kontra Warga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi garasi mobil.Ghulam/KompasOtomotif Ilustrasi garasi mobil.

"Tahapan menuju implementasi pasal ini direncakan 2 tahun," katanya.

Tahun pertama, kata dia, Pemkot akan menyusun regulasi berupa pedoman teknis dan mekanisme peraturan. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi, fasilitasi, dan asistensi kepada warga Kota Depok itu sendiri.

"Jika sudah diterapkan dua tahun kemudian, maka barulah sanksi atau denda bisa diterapkan. Nilai denda administratif bukan Rp 20 juta, tapi Rp 2 juta," kata Dadang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.