Kompas.com - 12/01/2020, 17:01 WIB

3. Tidak ugal-ugalan

Selain sering ngetem dan membuat macet, angkot yang sudah penuh penumpang kadang menyetirnya dengan cepat dan tidak taat dengan aturan. Berbeda dengan Mikrotrans, pramudi memiliki batas kecepatan yaitu maksimal 40 km/jam.

“Mikrotrans juga memiliki batas kecepatan, tidak boleh lebih dari 40 km/jam. Karena kalau lebih dari itu, penumpang merasa kalau pramudi mengemudi dengan ugal-ugalan. Kalau begitu sama saja dengan angkot biasa,” jawab Baktiar.

4. Ongkos

Berbeda dengan angkot biasa, penumpang Jak Lingko tidak membayar dengan uang tunai, melainkan dengan kartu khusus.

Sampai saat ini tarif Jak Lingko masih Rp 0, atau gratis. Hanya saja penumpang tetap harus membawa kartu Jak Lingko bila ingin memanfaatkan moda transportasi ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.