Komentar Mitsubishi, Soal Triton Amfibi Milik BPBD Gresik

Kompas.com - 09/01/2020, 08:02 WIB
Tampilan mobil amfibi milik BPBD Gresik (tengah), yang oleh Bupati Gresik diberi nama Turonggo Tirto. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHTampilan mobil amfibi milik BPBD Gresik (tengah), yang oleh Bupati Gresik diberi nama Turonggo Tirto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Gresik memiliki mobil amfibi hasil modifikasi yang dilakukan oleh karoseri Tugasanda. Mobil khusus ini dibangun menggunakan basis pikap kabin ganda, Mitsubishi New Triton GLS MT berpenggerak 4WD.

Intan Vidiasari, Deputy General Manager Coordination and Development Office PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI), mengatakan, Triton yang berpenggerak roda 4WD memang memiliki daya jelajah yag lebih kuat dibandingkan mobil penumpang biasa.

Baca juga: Triton Pelat Merah Disulap Jadi Mobil Amfibi, Mirip Kendaraan Tempur

"Triton juga di mana-mana dipergunakan untuk fleet, di medan-medan yang berat, seperti perkebunan, pertambangan, dan lainnya," ujar Intan, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Tampilan mobil amfibi dengan kapasitas mesin 2.600 cc, yang disumbang untuk BPBD Gresik.KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH Tampilan mobil amfibi dengan kapasitas mesin 2.600 cc, yang disumbang untuk BPBD Gresik.

Intan menambahkan, Mitsubishi tidak pernah memberikan rekomendasi untuk mobilnya diubah jadi yang di luar dari spesifikasi. Namun, Mitsubishi tetap menanggapinya dengan positif jika mobil tersebut dianggap sanggup.

"Kita juga punya rescue car sendiri yang dilengkapi dengan snorkell dan lain sebagainya. Mobil itu memang dipergunakan untuk rescue, ada winch-nya, snorkell, dan lainnya. Sekarang ini, yang lagi keliling mendistribusikan bantuan ke korban banjir ya rescue car ini," kata Intan.

Baca juga: Mitsubishi Triton Kena Recall, Ada Masalah di Pijakan Kaki

New Triton GLS MT Double Cab 4WD dibanderol Rp 422 juta (OTR Jakarta). Sedangkan Tarso Sagito, Kepala BPBD Gresik, mengatakan, biaya yang diperlukan mulai dari pengadaan kendaraan hingga modifikasi berkisar Rp 900 juta lebih.

Artinya, biaya modifikasi yang dikeluarkan setara bahkan lebih dari banderol kendaraan aslinya sendiri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X