Bahaya, Bonceng Anak Kecil Jangan Duduk di Depan

Kompas.com - 08/01/2020, 15:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak jarang orang tua menempatkan anak atau balita dengan sepeda motor dibagian depan. Namun mulai sekarang sebaiknya hal itu dihindari sebab berbahaya untuk keselamatan sang anak.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak dibenarkan dalam aspek keselamatan berlalu lintas.

Baca juga: Bonceng Hadap Samping Dilarang, Ini Solusinya

"Kenapa tidak boleh ditaruh di depan, alasan pertama akan menggangu ruang gerak ketika pengendara sedang menyikapi ancaman yang terjadi dari depan," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.

Selain ruang gerak pengendara, menempatkan anak kecil di bagian depan juga membuat anak sebagai sasaran utama jika terjadi tabrakan. Sebab motor tidak punya daya absorbsi seperti mobil.

"Anak akan jadi yang pertama kena jika terjadi sesuatu misalkan tabrakan. Istilahnya sang anak akan jadi bantalan. Tentu saja hal ini sangat berbahaya untuk keselamatan sang anak," katanya.

Baca juga: Bayi dan Anak Kecil Dilarang Duduk di Jok Depan Mobil, Ini Alasannya

Untuk itu, Jusri mengatakan hal yang paling utama dalam berkendara ialah kesadaran akan keselamatan. Orang tua harus mengerti risiko jika memutuskan membonceng anak di depan.

"Harusnya pemerintah membuat aturan hukum dan membuat sosialiasinya yang mengangkut keselamatan pengendara dan penumpang. Namun sampai sekarang saya belum lihat hal itu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.