Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Nomor Start Pebalap yang Tidak Bisa Dipakai di MotoGP

Kompas.com - 08/01/2020, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap ajang balap, semua peserta diberikan nomor start. Di ajang balap MotoGP, ada beberapa nomor start yang tidak bisa dipakai karena alasan tertentu.

Alasan utamanya adalah untuk penghormatan kepada pengguna nomor start tersebut. Seorang pebalap mendapat penghormatan tersebut bisa karena dua hal, bisa karena performanya yang luar biasa atau meninggal saat masih berkompetisi.

Baca juga: Marquez Pesimistis Bisa Dominan Lagi di MotoGP 2020

Nomor start 58 tidak lagi tersedia untuk pebalap lain sejak terakhir kali dipakai oleh Marco Simoncell yang meninggal di Sepang, Malaysia, pada 2011 lalu. Begitu pula dengan nomor start 69 yang terakhir digunakan oleh Nicky Hayden yang meninggal dalam kecelakaan setelah pensiun.

DAIJIRO KATO.   AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA (Photo by TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)TOSHIFUMI KITAMURA DAIJIRO KATO. AFP PHOTO/TOSHIFUMI KITAMURA (Photo by TOSHIFUMI KITAMURA / AFP)

Bahkan, nomor start 74 yang terakhir digunakan tahun 2003 juga sampai sekarang tidak bisa digunakan pebalap lain. Nomor start tersebut terakhir kali digunakan oleh Daijiro Katoh saat meninggal dalam kecelakaan tragis di Suzuka, Jepang, pada 2003 lalu.

Begitu pula di kelas Moto2, nomor start 48 dan 39 juga tidak bisa digunakan. Nomor start 48 terakhir kali dipakai Shoya Tomizawa yang meninggal di Misano tahun 2010. Sedangkan nomor start 39, terakhir kali digunakan oleh Luis Salom yang juga meninggal saat kecelakaan di Catalunya tahun 2016 lalu.

Baca juga: Jadwal Balap, Nama Pebalap, dan Peluncuran Tim MotoGP 2020

Dikutip dari speedweek.com, nomor start yang baru-baru ini tidak bisa digunakan adalah 34 milik Kevin Schwantz dan 65 milik Loris Capirossi. Di MotoGP, pemberian nomor start ini diatur oleh Dorna, selaku promotor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Speedweek
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.