Masuk Proyeksi Tujuan Ekspor, Pasar Otomotif Australia Malah Turun

Kompas.com - 07/01/2020, 17:57 WIB
Ekspor mobil TMMINEkspor mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan China bukan jadi satu-satunya pasar otomotif global yang mengalami penurunan penjualan selama 2019. Australia yang dinilai sebagai salah satu pasar ekspor otomotif potensial Indonesia mencatatkan hal serupa.

Berdasarkan catatan Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) seperti dilansir Carscoops menyatakan, penjualan kendaraan roda empat di Australia sepanjang 2019 turun 7,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan, kinerja tahun lalu merupakan realisasi penjualan terendah sejak 2011, yaitu 1.062.867 unit.

Baca juga: Rapor Penjualan Mobil di November 2019, Avanza Teratas

Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

"Tahun 2019 begitu banyak tantangan untuk Australia seperti adanya pengetatan kredit, kenaikan suku bunga, rendahnya pertumbuhan upah, serta kondisi lingkungan yang ekstrem," kata Ketua FCAI Tony Weber, Selasa (7/1/2020).

Padahal, Australia diyakini akan menjadi salah satu pasar ekspor potensial bagi industri otomotif Indonesia. Apalagi kedua negara telah menjalin kerja sama melalui Indonesia-Australia Comperhensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA).

"Pasar otomotif Australia tiap tahunnya mencapai 1,4 juta unit, dengan kondisi tidak ada pabrik otomotif yang beroperasi di sana. Ini merupakan potensi besar dan menjanjikan untuk Indonesia, mengingat secara geografis lokasi kita pun berekatan," kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara beberapa waktu lalu.

Baca juga: Reorientasi Industri Otomotif Indonesia demi Rebut Ekspor ke Australia

Perusahaan mobil Australia, Holden, akan menghentikan seluruh produksinya pada 2017.WILLIAM WEST / AFP Perusahaan mobil Australia, Holden, akan menghentikan seluruh produksinya pada 2017.

"Ini sedang kita upayakan, kita sudah lakukan beberapa pertemuan dengan kedutaan dan juga ke prinsipal. Mereka putuskan kita akan buat satu jenis mobil untuk pasar ekspor," lanjutnya.

Adapun jenis kendaraan yang laris di Australia selama 2019, ialah sport utility vehicle (SUV). FCAI menyebut, kontribusi kendaraan gagah itu mencapai 45,5 persen dari total pasar, naik 2,5 persen dari tahun 2018.

Sementara merek mobil terlaris di Australia pada periode tersebut adalah, Toyota, Mazda, Hyundai, Mitsubishi, Ford, Kia, Nissan, Volkswagen, Honda, dan Holden.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Carscoops
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X