Singing Road di Tol Trans-Jawa Diklaim Bisa Tingkatkan Konsentrasi Pengemudi

Kompas.com - 07/01/2020, 11:02 WIB
Ilustrasi rambu Singing Road atau Musical Road alias jalan bernada yang bisa mengeluarkan suara saat dilindas kendaraan. KRQE.comIlustrasi rambu Singing Road atau Musical Road alias jalan bernada yang bisa mengeluarkan suara saat dilindas kendaraan.
Penulis Ari Purnomo
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengelola jalan tol ruas Ngawi- Kertosono sudah memasang singing road atau jalan bernada. Pengendara yang melintasi ruas ini, tepatnya di Madiun-Ngawi akan mendengarkan alunan nada lagu “Happy Birthday”.

Keberadaan singing road ini diharapkan bisa meningkatkan konsentrasi pengendara sehingga tidak bosan saat melintas di ruas tol tersebut. Pengendara bisa semakin konsentrasi saat mengemudi.

Tujuan lainnya adalah menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalan tol. Sebab faktor manusia sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Jangan Kaget, Tol Trans-Jawa Kini Telah Dipasang Singing Road

Training Director The Real Driving Center ( RDC), Marcell Kurniawan menilai pemasangan ini memang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pengemudi. Selain itu, cukup bagus untuk meningkatkan mencegah terjadinya kecelakaan.

Kondisi Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik.KOMPAS.com/Garry Andrew Lotulung Kondisi Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik.

“Betul singing road bisa berdampak pada meningkatnya konsentrasi pengemudi, terutama pada kondisi jalan yang membosankan,” ucapnya saat dihubungi KOMPAS.com, Selasa (7/1/2020).

Marcell menambahkan, pemasangan ini dinilai mampu menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalan tol. Terbukti, selain di Indonesia di beberapa negara lain juga memasang singing road ini.

“Sepertinya seperti itu. Untuk singing road yang pas adalah lagunya nadanya turun naik mas. Kalau monoton hanya seperti melindas pita penggaduh saja suaranya,” kata dia.

Baca juga: Bikin Lebih Waspada, Lokasi-lokasi Ini Cocok Dipasang Singing Road

Selain singing road, menurutnya untuk meningkatkan konsentrasi pengendara saat melintasi jalan tol juga perlu pemasangan lampu di pinggir jalan. Lampu ini memiliki warna yang berbeda sehingga pengemudi bisa tetap fokus.

“Di luar (negeri) selain singing road juga digunakan lampu di pinggir jalan (bukan lampu penerangan) yang berbeda-beda warnanya. Tujuannya, agar pengemudi tetap fokus dan tidak masuk ke fase micro sleep,” ujarnya.

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Sebelumnya, GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Agus Hariyanto mengatakan, singing road mulai dipasang pada Desember 2019 sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Singing road saat ini berada di dua titik. Pertama, di KM 618 B yang sudah kami uji coba sejak Agustus 2019, tapi itu baru dua nada. Lalu yang sudah berbentuk lagu full ada di KM 644 +200 B,” ujarnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Ini Tujuan Singing Road Dipasang di Tol Trans-Jawa

Agar pengguna jalan tidak kaget saat melintas, PT JNK telah menyiapkan sejumlah rambu pemberitahuan sebelum melewati singing road.

“Saat ini kami sudah memasang tiga rambu agar pengguna jalan tahu bahwa di depan ada jalan bernada, yaitu 50 meter sebelum, 200 meter sebelum, dan 400 meter sebelum jalan bernada,” ucap Agus.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X