Usai Banjir Awas Banyak Jalan Berlubang

Kompas.com - 05/01/2020, 15:31 WIB
Kondisi Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020), pasca terendam banjir. KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKondisi Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020), pasca terendam banjir.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Bencana banjir yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya sudah mulai surut. Akan tetapi, dampak terjadinya banjir masih dirasakan oleh para warga yang menjadi korban.

Selain kondisi rumah yang kotor, banjir juga berdampak pada kondisi infrastruktur. Salah satunya adalah kondisi aspal jalan.

Genangan air dan derasnya arus banjir biasanya membuat kondisi jalan menjadi rusak.
Gerusan yang disebabkan arus air mampu membuat aspal menjadi mengelupas. Atau bahkan menyebabkan munculnya lubang di jalanan.

Baca juga: Ini Dia Sarung Mobil Anti-Banjir, Terbungkus Rapi Kedap Air

Kondisi ini tentunya perlu diwaspadai oleh para pengendara kendaraan. Terutama kendaraan roda dua yang lebih rawan menjadi korban keberadaan lubang tersebut.

Terlebih, saat berkendara dikala hujan mengingat lubang bisa saja tertutup air sehingga tidak terdeteksi oleh pengendara.

Lubang jalan di Pantura Kendal Kota Kabupaten Kendal Jawa Tengah. KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATINKOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN Lubang jalan di Pantura Kendal Kota Kabupaten Kendal Jawa Tengah. KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATIN

Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menyampaikan, seorang pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus lebih berhati-hati saat berkendara di musim hujan.

“Hal yang menjadi masalah itu ketika lubang itu tidak terlihat karena tertutup oleh genangan air, dan ini menjadi masalah. Ini perlu menjadi perhatian bagi para pengendara,” terangnya saat dihubungi KOMPAS.com, Minggu (5/1/2020).

Baca juga: Menengok Jalan Berlubang di Grand Depok City yang Rawan Kecelakaan

Jusri menambahkan, ancaman lubang jalan ini akan lebih dirasakan oleh pengendara kendaraan roda dua. Mengingat, jika tidak bisa mengantisipasi keberadaan lubang tersebut pengendara bisa kehilangan keseimbangan.

“Kalau kendaraan roda empat paling hanya merasakan ketidaknyamanan saat melintasi lubang itu. Tapi bagi pengendara kendaraan roda dua bisa kehilangan keseimbangan,” katanya.

Pohon pisang ditanam warga di Jalan Slamet Riyadi yang berlubang akibat kebocoran saluran pipa air tepatnya di kawasan Kleco, Solo, Jawa Tengah, Senin (25/11/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Pohon pisang ditanam warga di Jalan Slamet Riyadi yang berlubang akibat kebocoran saluran pipa air tepatnya di kawasan Kleco, Solo, Jawa Tengah, Senin (25/11/2019).

Dan jika hal itu terjadi bukan tidak mungkin akan menyebabkan pengendara terjatuh atau terjadi kecelakaan. Maka dari itu, Jusri pun mengimbau kepada pengendara kendaraan agar lebih waspada saat melintasi jalanan yang tertutup air.

“Kalau ada jalan yang tergenang atau tertutup air sebaiknya berhati-hati, karena bisa saja itu gorong-gorong sehingga akan menyebabkan kecelakaan. Jangan mengambil risiko dan jangan menerabasnya,” ujarnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X