5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Melintas di Jalan Bekas Banjir

Kompas.com - 03/01/2020, 14:30 WIB
Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi masih tergenang lumpur di atas mata kaki orang dewasa, Jumat (3/1/2020) usai digempur banjir sejak Rabu (1/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANPerumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi masih tergenang lumpur di atas mata kaki orang dewasa, Jumat (3/1/2020) usai digempur banjir sejak Rabu (1/1/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga, tetapi membuat jalan tidak bisa dilalui. Biasanya, setelah banjir surut akan meninggalkan lumpur di jalanan.

Kondisi ini tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi para pengendara, terutama roda empat ketika hendak melintas. Jalanan yang tertutup lumpur berbeda dengan jalanan aspal biasa.

Sehingga, perlu hati-hati agar saat berkendara bisa aman dan selamat sampai tujuan. Hal ini karena jalan yang tertutup lumpur bisa membuat mobil slip dan bisa menyebabkan kecelakaan.

Berikut ada lima hal yang perlu anda perhatikan saat melintasi jalanan berlumpur.

Berhenti untuk Lakukan Pengecekan Kedalaman Lumpur

Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan menjelaskan, sebelum menerjang jalanan yang tertutup lumpur sebaiknya berhenti dan lakukan pengecekan kedalaman lumpur.

Pengecekan ini bisa dilakukan dengan melihat kondisi kendaraan lain yang baru saja melewati jalanan berlumpur.

Baca juga: 3 Masalah yang Muncul Usai Mobil Terendam Banjir

“Stop dan cek kedalaman lumpur, dengan melihat kendaraan lain yang melewati lumpur. Di sini kita juga bisa melihat dan mengakses kontur jalan saat dilintasi mobil di depan kita,” ujarnya saat dihubungi KOMPAS.com, Jumat (3/1/2020).

Mobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020).KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Mobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020).

Aktifkan Traction Control

Marcell menyarankan, jika mobil yang akan melintasi jalanan berlumpur mempunyai traction control sebaiknya diaktifkan. Fitur ini berfungsi untuk mencegah ban mobil mengalami selip dan tergelincir saat melintasi jalan yang licin.

Misalkan jalan yang ada genangan air atau pun jalan yang tertutup lumpur setelah terendam banjir.

Gunakan Gigi Rendah

Dalam kondisi jalanan yang licin, sebaiknya mengemudikan mobil dengan sangat pelan. Kalau bisa mengemudikannya dengan sepelan mungkin.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya slip pada ban yang bisa membuatnya tergelincir.

“Mengemudilah sepelan mungkin menggunakan gigi rendah. Selain itu juga pijakan gas dan rem dengan lembut,” katanya.

 

Transmisni matik Renult Kwid tanpa tuas persneling.autocarindia.com Transmisni matik Renult Kwid tanpa tuas persneling.

Jaga Ban Agar tidak Kehilangan Traksi

Mengendarai mobil di jalanan yang licin harus sangat berhati-hati. Karena, jika ceroboh akibatnya juga bisa berbahaya. Tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.

Dan salah satu yang harus diperhatikan adalah menjaga kondisi ban depan dan belakang agar tidak kehilangan traksi. Hal yang dilakukan adalah mengoreksinya dan mengurangi kecepatan saat melaju.

Dengan begitu maka traksi ban depan dan belakang bisa terjaga.

Baca juga: Aman Mengendarai Mobil Saat Musim Hujan dan Banjir

Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.AGUS SUSANTO/KOMPAS Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.

Lakukan Pemeriksaan

Selain itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah perlakuan setelah mobil menerjang jalanan berlumpur. Marcel menyampaikan, kemungkinan lumpur akan menempel pada bagian mobil.

Sehingga, pemeriksaan kendaraan harus segera dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa merusak mobil.

“Setelah melintasi lumpur, pastikan lakukan pemeriksaan kendaraan dan sesegera mungkin. Kendaraan dicuci untuk menghindari tumpukan lumpur yang dapat merusak komponen kendaraan,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X